Mohon tunggu...
Warkasa1919
Warkasa1919 Mohon Tunggu... Lelaki Pendayung Sampan

Aku percaya setiap orang pasti memiliki cerita sendiri-sendiri di dalam hidupnya. Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya, namun dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru. https://warkasa.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Aku dan Sang Waktu

11 September 2018   18:21 Diperbarui: 5 Desember 2018   17:36 0 4 1 Mohon Tunggu...
Aku dan Sang Waktu
dokpri

Bagian Tiga

Sang  Waktu

*


*

SUARA tembang Lir-ilir yang  digubah oleh Sunan Kalijaga pada zaman kerajaan Jawa Islam, sebagai sarana dakwah/syiar agama Islam di pulau Jawa pada masa itu, oleh kelompok kesenian Kyai Kanjeng yang dipimpin oleh seniman & budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun), di aransemen ulang dengan nuansa yang lebih religius dan sakral itu seperti ikut mengiringi langkah ku memasuki alam lain yang begitu tenang.

Saat ini, aku memasuki Alam Lain, alam ini begitu berbeda dari alam-alam yang pernah kudatangi sebelumnya, dimana alam ini mampu membuatku sejenak melupakan semua hiruk pikuk dua hashtag yang saat ini mulai menunjukkan adanya polarisasi pembagian kelompok masyarakat di luar sana.

Alam ini Juga berbeda dari dunia lain. Dunia yang telah begitu banyak mengajariku tentang banyak hal, dunia yang aku tahu semua penghuni di dalamnya bisa berkomunikasi dengan semua bahasa. Dunia yang telah mengajariku untuk bisa mengerti bahasa rasa.

**

BELUM berapa lama, aku dan Rasa kantuk pergi meninggalkan dua orang sahabat lama yang sepertinya sudah lama tidak pernah bertemu itu, tiba-tiba rasa kantuk menghentikan langkahnya di depan seseorang yang mengenakan jubah panjang berwarna putih keperakan, wajahnya tidak begitu terlihat jelas diantara keremangan cahaya malam.

Kutatap lebih seksama, ternyata seraut wajah yang sudah tidak begitu asing lagi buatku, seraut wajah yang begitu dingin, datar dan tanpa rasa, tidak kutemukan ada rasa sedih maupun gembira di disitu.

Teringat pertemuanku dengan Sang Waktu beberapa waktu yang lalu. Di malam yang hening, angin bagaikan berhenti, air nyaris tak beriak. Ku pandang langit yang terlihat cerah. Bintang-bintang seakan tersenyum sambil mengucapkan selamat malam kepadaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x