Warkasa1919
Warkasa1919 Karyawan Swasta

Aku percaya setiap orang pasti memiliki cerita sendiri - sendiri dalam hidupnya. Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun dalam cerita hidupku. Akhir cerita adalah awal mula kehidupan-ku yang baru. https://warkasa1919.wixsite.com/mysite

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Wanita Berkerudung Bergo Panjang Merah Marun

7 Juni 2018   02:01 Diperbarui: 6 Desember 2018   11:24 1083 0 0

Bagian Sembilan

Pernikahan Ghaib

9-pernikahan-ghaib-1-5b1d6ef1cf01b452594b05e6.jpg
9-pernikahan-ghaib-1-5b1d6ef1cf01b452594b05e6.jpg
*

SEMUA PROSES PERNIKAHAN berlangsung begitu cepat, saat ini aku tengah duduk di atas pelaminan, mengenakan baju pengantin, bersanding dengan seorang wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya. Wajahnya begitu mirip dengan wanita berkulit sawo matang yang mengenakan kerudung bergo panjang warna merah marun, hanya saja wanita ini masih muda, usianya sekitar 27 tahun.

Wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan Mahkota kecil di kepalanya ini mengajakku turun dari kursi pelaminan. Meninggalkan kemeriahan pesta pernikanan kami, perlahan dia membawaku berjalan menuju kamar pengantin, membuka pintu kamar, lalu menarikku masuk ke dalam kamar. Dan tiba--tiba saja kami sudah berada di dalam kamar tempat di mana Wanita berkulit sawo matang yang mengenakan kerudung bergo panjang warna merah marun ini tadi membakar Damar wangi.

Aroma khas wangi gaharu masih tercium santar, Wanita cantik yang mengenakan Kebaya Pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan Mahkota kecil di kepalanya yang baru saja kunikahi ini memelukku, ku balas pelukan nya. Kulumat bibir nya, cukup lama kami berpelukan sampai tiba-tiba wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil dikepalanya ini berubah menjadi wanita berkulit sawo matang yang sudah cukup berumur yang tadi mengurutku. Secara reflek aku melepaskan pelukanku ketubuhnya.

"Kenapa? Abang kecewa karena perempuan cantik tadi berubah jadi jelek kayak emak ini.?" katanya sambil tersenyum menatap mataku, ketika tadi tiba-tiba aku melepaskan pelukanku karena kaget. tidak ku jawab, tapi aku langsung menariknya kembali, ku peluk erat. Sambil berbisik di telinga nya.

"Kenapa harus kecewa? Emak tau nggak, apa yang ku fikirkan waktu pertama kali bertemu emak, pas membawakan kopi kemarin?" tanya ku balik pada wanita yang masih berada di dalam dekapan ku ini.

"Apa yang abang fikirkan" Jawabnya, sambil menatap mataku. " Jujur saja, pada saat pertama kali melihat emak kemarin, aku begitu menginginkan ini" kata ku sambil meraba “itu” nya, lalu ter tawa lepas.Tangan nya langsung bergerak mencubit perut ku, lalu setengah berbisik, dia berkata di telingaku.

"Dasar mesum.." katanya lagi sambil tertawa. "Tapi emak suka kan..?" jawabku balik menggoda nya. Dia hanya diam, muka nya bersemu merah, semerah kerudung bergo panjang warna merah marun yang di kenakannya.

Bersambung