Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... Administrasi - soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Dulu Pegiat Antikorupsi, Kini "Sambo Mania, Mantap!"

29 September 2022   08:45 Diperbarui: 29 September 2022   08:46 322 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Febri Diansyah, mantan juru bicara KPK yang kini membela Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (foto: kompas tv).

Hidup dan kehidupan ini terbentuk sekaligus terisi dengan sekumpulan plot twist. Sebab pada dasarnya tak ada manusia yang benar-benar tahu tentang skenario kehidupan. Semuanya berupa misteri sebelum akhirnya satu demi satu peristiwa hidup terjadi.

Hanya Tuhan yang Maha Tahu. Sementara manusia serba tidak tahu. Bahkan, Mbak Rara sang "penakluk hujan" yang menjadi duta tidak resmi Moto GP itu pun sebenarnya tidak benar-benar tahu kapan hujan akan turun dan kapan bisa dihentikan.

Begitulah manusia masih sering terkecoh oleh kepastian akan turun atau tidaknya hujan. Padahal sudah ada ilmu dan perangkat canggih untuk menerka cuaca. Akan tetapi kenyataannya plot twist tentang hujan jadi yang paling sering kita alami. Terutama semenjak pemanasan global menyebabkan iklim dan cuaca semakin tidak menentu.

Sebenarnya "plot twist" hanya bahasa keren buatan manusia untuk menutupi keterbatasannya dalam menerima kenyataan. Ketika prediksi tidak sesuai kenyataan dan ketika harapan dipatahkan realita, kita akan menyebutnya sebagai plot twist.

Demikian pula saat rencana atau keinginan yang kita idamkan membentur kenyataan pahit. Kita akan meminjam "plot twist" untuk menghibur diri.

Sama halnya ketika karakter, pendirian, atau pilihan hidup seseorang berubah. Ia mungkin akan beralasan: "oh, ini plot twist hidup gue".

Kenyataannya memang banyak plot twist dalam hidup manusia. Misalnya, pekerjaan yang kurang sesuai atau bahkan menyimpang jauh dari bidang yang dipelajari semasa sekolah dan kuliah.

Seringkali itu terjadi dan baru disadari pada detik-detik akhir. Banyak orang yang bertahun-tahun menulis cita-citanya di buku harian dan menekuni suatu ilmu hingga mendalam di perguruan tinggi, tapi setelah menyandang gelar ternyata pintu rezekinya justru mengarah ke hal lain di luar perkiraan.

Ada yang kuliah kedokteran, tanpa diduga justru sukses sebagai penulis. Belajar ilmu nuklir untuk kemudian menjadi sutradara film. Mendalami ilmu hukum sampai jenjang master untuk berhasil di bisnis kuliner.

Begitu pun beberapa orang yang mati-matian mengikuti tes masuk polisi, begitu sudah berseragam malah menjadi pelaku krimininal. Ada yang sudah diberi kursi mulia sebagai wakil Tuhan di dunia, malah menempuh jalan sesat yang dibisikkan setan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan