Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Kiat Belanja Batik Murah di Pasar Beringharjo Yogyakarta

31 Juli 2013   06:03 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:48 0 3 7 Mohon Tunggu...
Kiat Belanja Batik Murah di Pasar Beringharjo Yogyakarta
1375224303217879755

Pasar Beringharjo adalah salah satu ikon sekaligus destinasi wisata utama di kota Yogyakarta. Cikal bakal pasar ini diawali dari aktivitas jual beli yang  sudah ada sejak tahun 1758. Dalam perjalanannya Pasar Beringharjo dibangun secara permanen sebagai pasar tradisional pada 1925. Semenjak saat itu nama “Beringharjo” pun dipakai setelah diperkenalkan oleh Sultan Hamengku Buwono IX.

Hingga kini Pasar Beringharjo yang berada di Jalan Ahmad Yani, kawasan Malioboro masih kokoh berdiri sebagai sebagai pasar utama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tak pernah sepi, Pasar Beringharjo bukan hanya sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, tapi juga menjadi fragmen yang tak terpisahkan dari sejarah Malioboro sebagai kawasan ekonomi, budaya dan sejarah.

13752249431096525351
13752249431096525351
keramaian Pasar Beringharjo jelang Lebaran

Sebagai pasar tradisional kelas 1, Pasar Beringharjo memiliki layanan transaksi ekonomi berskala nasional. Berbagai jenis kebutuhan seperti sayuran, buah-buahan, peralatan rumah tangga, jajanan pasar, makanan tradisional hingga benda-benda kuno dan barang-barang bekas dijual di Pasar Beringharjo. Namun demikian citra yang kuat melekat pada Pasar Beringharjo adalah sebagai pusat penjualan batik baik yang berupa lembaran kain maupun pakaian jadi.

Batik memang menjadi etalase utama di Pasar Beringharjo. Puluhan los dengan ratusan penjual batik menjadi pengisi bagian depan pasar. Bahkan ketika baru memasuki pintu utamanya, pengunjung sudah langsung dihadapkan dengan barisan kios penjaja batik. Begitu kuatnya citra Pasar Beringharjo sebagai sentra penjualan batik membuat banyak orang termasuk wisatawan menjadikan belanja batik sebagai agenda utama jika berkunjung ke Yogyakarta atau Malioboro. Harganya yang dikenal murah dengan pilihan corak dan bentuk yang beragam, membuat para pegiat belanja sangat dimanjakan di pasar ini.

13752244702004506549
13752244702004506549
Para pengunjung berjalan di antara barisan kios penjual batik di Pasar Beringharjo

Meskipun demikian tak jarang pembeli kecewa ketika berbelanja di Pasar Beringharjo. Beberapa keluhan mengenai kualitas beberapa produknya yang dianggap tidak sebaik dengan produk yang dijual di uotlet atau rumah batik lainnya. Untuk yang satu ini adalah hal yang wajar karena prinsip “ada harga ada kualitas” juga berlaku di Pasar Beringharjo. Tapi bukan berarti produk batik di Pasar Beringharjo memiliki kualitas yang buruk. Ada banyak pilihan batik berkualitas baik dijual di ratusan kios di dalam Pasar Beringharjo. Harganya bervariasi namun kita tetap bisa mendapatkannya dengan harga miring asalkan mengerti cara dan kebiasaan pembeli dan penjual di Pasar Beringharjo ini.

13752245402085230909
13752245402085230909
Los batik bagian dalam

Berikut adalah beberapa kiat yang bisa dicoba ketika berbelanja batik di Pasar Beringharjo khususnya jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas produk yang tetap baik.

Pertama, membangun kedekatan personal. Menggunakan bahasa Jawa bisa memudahkan berbelanja di tempat ini. Bukan karena para penjual di Pasar Beringharjo tidak mengerti bahasa Indonesia, tapi fasih berbahasa Jawa kadang bisa membantu menaikkan posisi tawar pembeli. Tawar menawar dengan menggunakan bahasa Jawa akan memberikan kesan bahwa pembeli adalah orang Yogyakarta sehingga harga yang ditawarkan bisa lebih murah daripada harga yang ditawarkan kepada pembeli dari luar kota atau wisatawan. Memang menggunakan bahasa Jawa belum menjadi jaminan akan mendapatkan harga yang paling murah karena aksen bahasa Jawa seseorang bisa mudah dikenali. Namun setidaknya dengan mengucapkan beberapa patah kata standar bahasa Jawa seperti : “Niki pinten, Bu?” (Ini harganya berapa, Bu?) atau “Saged kirang kan, mba?” (Bisa lebih murah kan, mba?) bisa menjadi pembuka transaksi yang baik.

1375224715886853369
1375224715886853369
Los Batik di sayap utara

Kedua, menggunakan strategi waktu yakni berbelanja ketika kios baru buka atau menjelang tutup. Kios batik di Pasar Beringharjo umumnya buka mulai pukul 09.00 meski beberapa sudah melayani transaksi sedikit lebih awal. Selanjutnya Pasar Beringharjo akan tutup jelang pukul 16.00. Oleh karena itu  datanglah mendekati pukul 10 pagi atau 1 jam menjelang tutup sekitar pukul 15.00. Beberapa pengalaman menunjukkan tawar-menawar pada jam-jam tersebut sering menguntungkan pembeli karena memungkinkan mendapatkan harga yang paling murah.

Pertimbangannya adalah jika ada pembeli datang sesaat setelah kios baru dibuka, penjual berkepentingan mendapatkan penglaris awal. Sementara jika membeli mendekati tutup, penjual kadang berfikir sang pembeli tak akan datang lagi esok hari. Belanja terakhir di Pasar Beringharjo saya merasakan jika penjual  memang bisa  lebih cepat dan mudah melepas dagangannya mulai pukul 14.30. Sebaliknya jika berbelanja di jam-jam puncak antara pukul 11.00 sampai 14.00 di mana wisatawan pembeli biasanya sangat banyak, penjual sedikit lebih leluasa memainkan harga.

13752245991757778378
13752245991757778378
Jika pandai menawar pembeli takkan kesulitan mendapatkan batik incarannya

Ketiga adalah mengajukan penawaran. Bukan hanya disarankan, menawar adalah sesuatu yang harus dilakukan jika berbelanja di Pasar Beringharjo. Hukum yang dikenal jika berbelanja batik di Pasar Beringharjo adalah menawar 50% dari harga yang ditawarkan penjual. Menawar mulai dari setengah harga menjadi cara andalan banyak pengunjung Pasar Beringharjo kapanpun belanja dilakukan. Misalnya jika pakaian batik ditawarkan dengan harga Rp. 100.000 kita perlu menawarnya Rp. 50.000. Beberapa bahkan menyarankan dan bisa melakukan penawaran mulai dari Rp. 40.000.

Namun bagi beberapa orang menawar setega adalah hal yang kejam. Banyak yang segan dan tak enak hati jika harus menawar terlalu dalam meski boleh jadi harga di bawah 50% adalah harga yang seharusnya. Oleh karena itu jika tak ingin menyakiti perasaan penjual, tambahkan saja Rp. 5.000. Dengan menawar separuh harga ditambah Rp. 5.000 banyak pembeli bisa mendapatkan batik incarannya.

137522480562417626
137522480562417626
Jual beli batik di Pasar Beringharjo

Tapi tidak semua pakaian batik atau yang bercorak batik di Pasar Beringharjo bisa ditawar hingga separuh harga. Beberapa item yang ditawarkan dengan harga Rp. 25.000-30.000 umumnya hanya bisa diturunkan harganya sebesar Rp. 5.000. Harga tersebut sepertinya telah menjadi konsensus para penjual sebagai harga terendah kecuali jika kita membelinya dalam jumlah banyak. Oleh karena itu membeli dalam jumlah banyak bisa menjadi kiat keempat agar mendapatkan harga lebih murah.

Cara hampir serupa menjadi kiat kelima yakni mengajak teman yang juga hendak berbelanja batik. Penawaran yang dilakukan secara keroyokan sering dengan mudah meluluhkan hati penjual.

Kiat keenam adalah segera tinggalkan kios penjual jika penawaran yang kita ajukan gagal. Selain untuk  beralih ke penjual lainnya, cara ini juga untuk menunjukkan posisi tawar kita sebagai pembeli. Penjual seringkali mudah luluh jika kita tak jadi membeli dan hendak beralih ke kios lain. Penjual yang luluh akan memanggil kembali calon pembeli sebelum melangkah jauh: “Ya sudah, boleh sini mas”. Jika penjual mengucapkan itu, maka sang pembeli adalah pemenangnya.

Demikianlah 6  kiat yang biasa dan bisa dicoba untuk berbelanja di Pasar Beringharjo. Semoga bisa menjadi pedoman ketika hendak membeli pakaian batik sebagai oleh-oleh mudik lebaran atau kapanpun ketika mengunjungi kota Yogyakarta dan hendak membeli batik di Pasar Beringharjo. Selamat berbelanja.

13752243701626565284
13752243701626565284

Pasar Beringharjo, ikon sekaligus fragmen sejarah dan budaya kota Yogyakarta

KONTEN MENARIK LAINNYA
x