Mohon tunggu...
Wanda Novita Sari
Wanda Novita Sari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Airlangga

Saya merupakan mahasiswa S1 jurusan Ekonomi Islam di Universitas Airlangga, sebagai mahasiswa saya memiliki banyak keingintahuan mengenai isu-isu yang saat ini sedang ramai dibicarakan, saya juga ingin bisa menjadi penulis buku di kemudian hari, oleh karena itu saya ingin terus belajar menulis melalui media kompasiana ini.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Maraknya Kasus Pornografi di Kalangan Masyarakat sebagai Dampak Negatif dari Penggunaan Media Sosial

19 Mei 2022   21:02 Diperbarui: 3 Juni 2022   00:19 360 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pinterest.com/adam sev

Media sosial merupakan media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network atau jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. 

Di era digital seperti saat ini banyak media sosial yang ditawarkan di kalangan masyarakat, hal tersebut mulai berpengaruh terhadap perilaku masyarakat di Indonesia yang saat ini lebih menyukai berinteraksi di dunia maya daripada di dunia nyata.  

Selain membawa dampak positif seperti memperluas jaringan pertemanan dan memudahkan komunikasi, media sosial juga membawa beberapa dampak negatif, antara lain kejahatan seksual seperti maraknya konten pornografi yang beredar di media sosial.

Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang menyaksikan secara langsung realitas di masyarakat dimana oknum tidak bertanggungjawab dengan mudahnya menyebarluaskan bahkan memperjualbelikan konten yang berbau pornografi di media sosial salah satunya seperti twitter, melalui website resmi Kemkominfo, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Ismail, menyampaikan “Banyak sekali ditemukan akun-akun twitter yang mengandung unsur-unsur nudity dan pornografi sehingga sangat meresahkan”.

Maraknya kasus pornografi dan seks bebas yang tersebar di media sosial  tentunya tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Pasal 4 (1) yang berbunyi : 

Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:

a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;

b. kekerasan seksual;

c. masturbasi atau onani;

d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan