Mohon tunggu...
Walentina Waluyanti
Walentina Waluyanti Mohon Tunggu... Penulis - Menulis dan berani mempertanggungjawabkan tulisan adalah kehormatan.

Penulis. Bermukim di Belanda. Website: Walentina Waluyanti ~~~~ Email: walentina.waluyanti@upcmail.nl ~~~ Youtube channel: Kiki's Mom

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pastor Belanda Ini Jadi Nama Gedung di Jakarta

19 Mei 2021   06:48 Diperbarui: 19 Mei 2021   21:48 1217
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Desiderius Erasmus - Sumber:https://www.kunstkopie.nl/

Sebelumnya hanya kaum rohaniwan saja yang bisa mengetahui dan memahami isi kitab suci. Erasmus berpendapat orang awam pun perlu mengenal isi kitab suci.

Belanda tidak mengenyampingkan perannya sebagai imam Katolik. Di depan gereja terpanjang di Belanda, gereja St. Jan di kota Gouda, terpajang patung Erasmus.

Foto: Patung Erasmus di depan Gereja St. Jan di kota Gouda, Belanda-dokpri
Foto: Patung Erasmus di depan Gereja St. Jan di kota Gouda, Belanda-dokpri
Karya Erasmus tidak hanya tentang hal-hal yang terkait dengan religi. Masih sederet karya lainnya. Di antaranya ia juga menulis tentang etiket berperilaku, misalnya etiket saat makan. 

Juga ia mengumpulkan pepatah kuno Latin dan Yunani. Salah satu pepatah itu terkenal hingga kini, yaitu "Tuhan akan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri" Kumpulan pepatah kuno Latin dan Yunani yang ditulis Erasmus ini tertuang dalam karya berjudul "Adagia". (Sumber: Wikipedia).  

Tulisan ini tidak bermaksud menelisik sepak terjang Erasmus sebagai imam. Tetapi menarik melihat bahwa karya-karya  yang dilahirkan oleh seorang imam, dihormati oleh negaranya. Banyak tempat-tempat penting di Belanda yang menggunakan nama Erasmus. 

Nama gedung, nama lembaga pendidikan, nama stasiun kereta, nama rumah sakit, bahkan jalur metro juga ada yang memakai namanya, serta sejumah nama fasilitas penting lainnya.

Jembatan di pelabuhan terbesar di Eropa, yaitu Pelabuhan Rotterdam, menggunakan nama Erasmus, bernama Erasmusbrug di bawah ini.

Foto: Jembatan
Foto: Jembatan
Karya budaya bersifat universal, menjembatani ragam perbedaan kultur, agama, ras dan bangsa. Dan karya-karya Erasmus antara lain berupa ratusan buku, sejumlah karya literatur lain, dan 3141 surat disimpan di Perpustakaan Rotterdam. (Sumber: Wikipedia)

Melihat karya-karya Erasmus yang bernilai dalam bidang kebudayaan yang ikut mempengaruhi perkembangan kebudayaan di Belanda, maka namanya pun dianggap pantas disematkan sebagai nama Gedung Pusat Kebudayaan Belanda di Jakarta.

Kita adalah Pengembara

Ada kalimat dari Erasmus yang terkenal, "Kita adalah pengembara di dunia ini, bukan penghuni." Dalam bahasa Belandanya, "Reizigers zijn wij in deze wereld, geen bewoners".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun