Mohon tunggu...
Wahyu Sapto Adhi
Wahyu Sapto Adhi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan Multimedia UPI Kampus Cibiru

Hai

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Membangun Perekonomian Desa di Masa Pandemi Bersama BUMDesa

25 Juli 2021   13:24 Diperbarui: 25 Juli 2021   13:40 70 1 0 Mohon Tunggu...

Pandemi covid-19 yang hampir berlangsung selama 2 tahun ini menjadi ujian bagi semua sektor kehidupan masyarakat. Belum lagi pemberlakuan PPKM darurat yang diterapkan oleh pemangku kebijakan membuat masyarakat tidak dapat leluasa berkegiatan diluar rumah.ย 

Penutupan beberapa tempat umum seperti pasar, mall, kantor, sekolah, dan kantor pelayanan pemerintah membuat banyak orang kehilangan sumber pendapatan mereka. banyak masyarakat yang terjebak di dalam kebijakan yang pemerintah buat saat pandemi ini. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan ekonomi yang tidak kunjung pulih bahkan masyarakat kesulitan untuk makan sehari -- hari. Hal ini terjadi hampir di semua wilayah indonesia.

Di dalam lingkungan desa, sangat terbatas usaha yang dimiliki oleh masyarakat. Kebanyakan dari mereka tidak bekerja di dalam gedung perkantoran atau toko -- toko di mall. Perekonomian desa terpatok pada pemenuhan kebutuhan primer seperti pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM dan lainnya yang mana pendapatan mereka dihasilkan dari hari perhari. Dalam masa pembatasan mobilisasi ini, mereka terdampak kehilangan omset dan penjualan dari hari -- hari biasanya.

dokpri
dokpri

Untuk tetap menyongsong perekonomian di desa, Terdapat lembaga usaha yang dapat menopang usaha perekonomian tidak hanya bagi lembaga pemerintahan desa sendiri namun juga masyarakat desa. Lembaga tersebut adalah Badan Usaha Milik Desa seringkali disingkat BUMDes. BUMDes memegang peran aktif baik dalam menjual produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat, memberikan dorongan dan ide kepada masyarakat untuk terus produktif maupun meningkatkan kualitas atau kuantitas dari usaha yang dimiliki oleh masyarakat. ย 

BUMDes adalah tiang pengembangan perekonomian desa yang ideal. Dengan kemajuan teknologi pasar online yang ada ditambah dengan kondisi pandemi dan pembatasan mobilisasi, BUMDes perlu mulai mengembangkan sektor ekonomi desa ke arah pasar online. pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan cara membuat situs online sebagai media pemasaran, atau mengiklankan produk/usaha masyarakat melalui marketplace yang sudah ada.

Sosialisasi BUMDes kepada masyarakat yang memiliki usaha menjadi faktor penting meningkatkan ekonomi desa. Hal ini dapat membantu masyarakat keluar dari kebuntuan perekonomian di masa ppkm. Digitalisasi sektor perekonomian sangat dibutuhkan agar tetap menjaga kestabilan kebutuhan masyarakat serta menaati keputusan pembatasan mobilisasi oleh pemerintah.

Seperti ucap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Hakim Iskandar, "pemulihan ekonomi nasional di tingkat desa memang dibebankan ke desa, dan satu-satunya kunci untuk pemulihan ekonomi nasional di tingkat desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)." Ucapnya (5/6/2021).

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN