Mohon tunggu...
Dayu Komang Wahyu Pradnyan
Dayu Komang Wahyu Pradnyan Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Hi, saya Wahyu Pradnyan, salah satu mahasiswa ilmu komunikasi semester 3 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Disini saya mulai menulis, bukan hanya untuk menunjang mata kuliah, maupun tugas namun juga untuk meningkatkan minat dan bakat saya. Terimakasih sudah berkunjung.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Relasi, Revolusi Terorisme

25 Desember 2020   20:14 Diperbarui: 25 Desember 2020   20:28 41 1 0 Mohon Tunggu...

Saat ini kita berada pada era globalisasi, dimana pada era ini teknologi sangat merajalela dan menguasai hampir seluruh aktivitas manusia. Globalisasi selalu melahirkan revolusi dan evolusi, selalu menciptakan ruang bagi orang untuk mengisi diri. 

Data pengguna internet setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan, dilansir dari Kompas.com pengguna internet di Indonesia sampai kuartal II tahun 2020 mencapai 196,7 juta orang, data ini merupakan hasil dari survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada tanggal 2 sampai 25 Juni 2020, data ini juga menunjukkan kenaikan pengguna internet sebesar 73,7%. Kondisi ini merupakan tantangan yang harus siap dihadapi oleh Indonesia.

Semakin naiknya pengguna internet maka semakin banyak prilaku serta tindakan yang terjadi di media sosial, dengan angka yang fantastis ini tentu saja tidak menutup kemungkinan adanya pergerakan-pergerakan yang diluar kendali, seperti gerakan terorisme. 

Gerakan terorisme merupakan perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman dan terror yang bisa menimbulkan korban, kehancuran dan perpecahan. 

Gerakan ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, namun juga bisa terjadi di media sosial. Bahkan pergerakkan terorisme di media sosial terbilang cukup pesat, hal ini dikarenakan di media sosial pergerakannya bisa ditutupi dengan banyaknya pengguna media sosial di Indonesia.

Bukan hanya manusia yang berevolusi, terorisme pun bisa. Globalisasi adalah wadah bagi seluruh aktivitas manusia, jika sudah bisa masuk kedalam globalisasi maka dengan gampang bisa mengikuti alurnya.

Lalu bagaimana revolusi terorisme itu terjadi?

Revolusi terorisme adalah sebutan untuk gerakan terorisme yang sudah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satunya yaitu dengan menggunakan media sosial, terorisme pastinya memiliki alasan mengapa melakukan tindakannya di media sosial. Yang pertama media sosial adalah mediayang paling populer, yang kedua media sosial digunakkan karena bisa diakses dengan mudah dan bahkan gratis. 

Pilihan media sosial oleh kelompok-kelompok ini menunjukkan kemampuan mereka untuk menggantikan peran media arus utama sebagai saluran untuk mentransfer informasi. 

Salah satu contohnya yaitu Santoso pimpinan Mujahidin Indonesia Timur yang sudah mahir menggunakan Youtube untuk mempropaganda dan mengirim ancaman berupa terror terhadap keamanan di Indonesia atau Bahrun Nain seorang anggota ISI Indonesia yang menggunakan internet untuk menyebar propagandanya di Indonesia. Inilah yang disebut revolusi terorisme.

Tentu saja keadaan ini membuat masyarakat ragu mengenai kinerja Badan Penanggulangan Terorisme Negara, mengingat gerakan ini sudah tidak hanya dilakukan di dunia nyata namun sudah mulai bergerak di media sosial, serta melihat betapa pesatnya pengguna internet di Indonesia. Kedua kondisi ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan bagi pemerintah untuk bisa dengan cepat memusnahkan terorisme, banyaknya kegiatan di media sosial pasti membuat gerakan-gerakan ini mudah untuk dimanipulasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x