Mohon tunggu...
Wahyu Arif Pamungkas
Wahyu Arif Pamungkas Mohon Tunggu... Lainnya - Social Media Enthusiast

Mencurahkan pikiran lewat tulisan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Usamah Bin Zaid, Pemuda Islam pada Zaman Rasulullah yang Harus Jadi Contoh Generasi Muda!

25 Februari 2021   21:04 Diperbarui: 26 Februari 2021   09:00 2269
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejarah Islam mencatat bahwa nama Usamah Bin Zaid merupakan panglima Islam termuda yang ditunjuk oleh Rasulullah. Ia menjadi Panglima perang pada saat usianya 18 tahun.

Usamah lahir dan besar di Mekkah dan di lingkungan rumah tangga Rasulullah. Itu lah kenapa dia sudah mengenal dan memeluk Islam sejak kecil. Ayahnya bernama Zaid bin Harits dan ibunya bernama Ummu Ayman yang merupakan seorang pelayan dari ayah Nabi Muhammad SAW, yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib.

Ketika beranjak dewasa, Usamah Bin Zaid ditunjuk oleh Rasulullah untuk menjadi panglima perang melawan Romawi Timur pada usia yang terbilang cukup muda yaitu 18 tahun. Pada saat itu juga Rasulullah sedang terbaring sakit.

Pengangkatan Usamah menjadi panglima perang rupanya dipertanyakan oleh para sahabat lainnya. Beberapa sahabat merasa keberatan karena mereka merasa lebih pantas untuk menjadi panglima dibandingkan dengan Usamah yang masih terbilang muda.

Mendengar kabar itu, Rasulullah bersabda : "Wahai sekalian manusia, aku mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah, seandainya kalian menyangsikan kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah Zaid sangat pantas memegang pimpinan, begitu pula dengan putranya Usamah."

Rasulullah melanjutkan, "Jika ayahnya sangat aku kasihi, putranya pun demikian. Mereka orang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga sebaik - baik manusia di antara kalian."

Mendengar sabda Rasul, kaum Muslimin mulai datang bergabung dengan pasukan Usamah dan bersedia untuk berangkat berperang. Sebelum berangkat berperang, Usamah menyempatkan untuk menjenguk Rasulullah yang sedang sakit.

Setelah menjenguk Rasulullah akhirnya Usamah dan pasukan berangkat, namun belum jauh pasukan bergerak. Datang kabar bahwa Rasulullah telah wafat. Mendengar kabar itu, Usamah dan pasukan menghentikan perjalanan dan bertolak ke rumah Rasulullah bersama dengan Umar dan Abu Ubaidah.

Pada saat itu juga Abu Bakar Ash Shiddiq diangkat menjadi khalifah menggantikan kepemimpinan Rasulullah. Pengangkatan Abu Bakar menjadi khalifah dilakukan dengan cara musyawarah dan masih dalam suasana duka. Abu Bakar menyuruh Usamah untuk memimpin pasukannya kembali seperti apa yang Rasulullah perintahkan sebelumnya.

Usamah pun memimpin pasukannya kembali dan berangkat meninggalkan Madinah menuju perbatasan Syam. Dengan strategi perang yang matang, Usamah dan pasukan akhirnya berhasil mengalahkan musuh dengan cepat.

Setelah 40 hari, Usamah dan pasukan kembali ke Madinah dengan membawa sejumlah harta rampasan perang. Karena keberanian dan keberhasilannya dalam memimpin pasukannya tersebut, Usamah mulai disegani oleh para sahabat. Hingga akhirnya Ia wafat pada tahun 53 Hijriah atau 673 Masehi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun