Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Tatapan Kembang Sepatu

20 September 2020   16:36 Diperbarui: 20 September 2020   16:44 556 36 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen | Tatapan Kembang Sepatu
Ilustrasi: Kembang Sepatu (Foto Wahyu Sapta).

"Hai, kosong kan? Boleh saya duduk di sini?"

Seorang lelaki berkulit sawo matang berambut gondrong yang dikucir ke belakang meminta izin agar bisa duduk. Kutaksir usianya kira-kira duapuluh sembilan menjelang tigapuluh. 

Tanpa menjawab aku bergeser ke pinggir. Secara tidak langsung ia memaksaku memberi tempat duduk lebih lapang. Anjuran jaga jarak memang membuat cemas yang berlebihan untuk saat ini.

"Tempat ini lebih sepi dari biasanya." katanya.

Aku menoleh. Perkataannya barusan membuatku sedikit mengalihkan perhatian dari layar ponsel. Hanya beberapa detik, kemudian mataku kembali ke layar ponsel. Aku sedang menulis chat, tanggung jika kupenggal. Kemudian beralih kembali kepadanya.

"Oya, sudah biasa duduk di taman ini?"

"Baru tiga hari," jawabnya.

"Saya malah baru dua hari." timpalku.

"Menunggu seseorang?"

Aku terjengah, mengapa juga ia menanyakan itu. Lalu mengangguk adalah jawaban aman agar tidak ada pertanyaan lanjutan. 

"Masih lama?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
20 September 2020