Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Aku, Halaman Rumah, dan Mereka

15 Februari 2020   14:53 Diperbarui: 15 Februari 2020   14:52 90 16 6 Mohon Tunggu...
Puisi | Aku, Halaman Rumah, dan Mereka
Foto: dok. Wahyu Sapta

(1) Halaman Rumah 

Suatu hari di halaman rumah, di pagi hari yang memiliki gerimis sederhana tak sampai menjadi rinai, sedang bunga-bunga bermekaran. 

Pohon-pohon menari mengikuti arah angin, menambah irama musik obrolan burung-burung yang bercerita entah tentang apa. 

Aku menyapa mereka dan berkata, "Selamat pagi dunia, inilah aku, yang tengah singgah di halaman rumahku sendiri," 

Alam seolah menjawabnya, dalam bahasa yang ia punya. 

Dan gemerisik semakin menjadi, saat hujan telah menjadi rinai, halaman rumah basah olehnya. 

Foto: dok. Wahyu Sapta
Foto: dok. Wahyu Sapta

Foto: dok. Wahyu Sapta
Foto: dok. Wahyu Sapta

(2) Bunga Bermekaran 

Hari-hari penuh cinta, meski ia bersembunyi, tapi tak menyurutkan keindahannya. 

Apa yang ia berikan, selalu dengan ketulusan, menyadurkan bagian terbaiknya, meski kadang perih mengiris. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN