Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis - Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Siksa Cinta

27 November 2019   23:10 Diperbarui: 27 November 2019   23:29 406
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: Loop

"Ada apa Lintang? Tumben nanyanya begitu?"

Kamu memang sangat menghargaiku. Aku tahu, karena rentang usia itu, membuatmu bersikap sopan. Tetapi, kamu adalah kekasih yang baik. Mengertiku, sebagai jiwa seniman. Apalagi kamu juga seniman. Seorang pelukis.

"Aku butuh saran."

"Baiklah. Sekarang aku menemuimu, ya?"

Jadilah bertemu di tempat biasa. Aku melihatmu sedikit bingung. Ada apa?

"Mas, aku ingin bilang sesuatu."

"Ada apa Lintang, ngomonglah,"

"Papa, mas."

Ya, ya. Aku mengerti arah pembicaraan selanjutnya. Lintasan peristiwa itu berulang. Aku tak mau mendengarnya kembali. Hatiku lambat laun berkeping-keping tak berbentuk. Berantakan. Sedang wajahmu pias cemas.

***

Lalu jika sekarang siksa cinta itu tak bersisa, maka itu bukan salahmu. Ini salahku. Aku yang terlalu naif memaksakan suatu rasa yang ternyata salah kumengerti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun