Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Ketika Grand Maerakaca Menjadi Saksi Jalinan Tali Silaturahmi

23 Juni 2019   23:21 Diperbarui: 25 Juni 2019   10:00 0 13 7 Mohon Tunggu...
Ketika Grand Maerakaca Menjadi Saksi Jalinan Tali Silaturahmi
Grand Maerakaca, terletak di Jalan Anjasmoro dekat Bandara Baru Ahmad Yani Semarang. (Dok. Wahyu Sapta).

Seperti biasa, setiap tahun kampung saya mengadakan acara halalbihalal. Untuk tahun ini, diadakan di tempat wisata Grand Maerakaca, Semarang. Sudah lama saya tidak mengunjunginya, sebuah destinasi wisata Taman Mini Jawa Tengah yang ada di Semarang.

Dulu namanya Puri Maerakaca. Sudah ada sejak tahun 1993, tetapi sempat mangkrak pembangunanya beberapa tahun lamanya. Kemudian difungsikan kembali memakai nama baru Grand Maerakaca sejak 12 Mei 2017. Lebih keren tentunya.

Grand Maerakaca Taman Mini Jawa Tengah ini beralamat di Jl. Anjasmoro-Tawangsari, Semarang Barat, 50174, dekat Bandara Ahmad Yani Semarang yang baru dan Kampung Laut.

Di sini bisa ditemukan bermacam-macam Anjungan Rumah Adat Jawa yang berasal dari 35 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Diantaranya Anjungan Semarang, Kudus, Pati, Demak, Boyolali, Magelang, dan lainnya. Masing-masing memiliki khas tersendiri, sesuai dengan ciri dan budaya yang ada di daerahnya.

Daya tarik dari Grand Maerakaca antara lain kita bisa mempelajari kebudayaan Jawa Tengah secara lebih lengkap. Obyek wisata ini, merupakan tempat wisata edukasi dan wisata budaya. Sering juga difungsikan sebagai lokasi pameran pengenalan budaya Jawa Tengah.

Saat masuk ke Grand Maerakaca, disambut dengan gapura unik dari bambu yang menarik perhatian. (Dok. Wahyu Sapta).
Saat masuk ke Grand Maerakaca, disambut dengan gapura unik dari bambu yang menarik perhatian. (Dok. Wahyu Sapta).

Awal datang, disambut oleh pintu gerbang dari bambu yang menarik perhatian. Kemudian ada anyaman burung kuntul yang besar sekali dari bahan bambu dan jerami. Burung kuntul ini memang banyak hidup di hutan mangrove sekitar pantai. Grand Maerakaca memang berlokasi dekat pantai.

Ada juga anyaman burung kuntul yang banyak hidup di kawasan mangrove Semarang dekat pantai. (Dok. Wahyu Sapta).
Ada juga anyaman burung kuntul yang banyak hidup di kawasan mangrove Semarang dekat pantai. (Dok. Wahyu Sapta).

Dan tempat wisata ini memiliki fasilitas Trekking Mangrove, dengan perahu dan view yang bagus. Merupakan andalan wisata Grand Maerakaca. Sehingga sering dijadikan obyek foto. Sangat instagramable. Sayangnya karena terburu waktu mendatangi acara, saya belum sempat mampir. Next time saya harus berkunjung lagi ke sana, agar tidak penasaran.

Pada tanggal 23 Juni 2019, saya dan tetangga kampung satu RT mengadakan acara halalbihalal di sana. Acara berlangsung di Anjungan Magelang. Untuk menuju sana, saya harus rajin bertanya karena saking luasnya lokasi, yang konon berukuran 23 hektare lebih. Dari tempat parkir harus jalan kaki agar sampai ke lokasi. Untung saja, orang yang bertugas di sana ramah dan tidak keberatan saat ditanya.

Anjungan Kabupaten Magelang yang ada di Grand Maerakaca. (Dok. Wahyu Sapta).
Anjungan Kabupaten Magelang yang ada di Grand Maerakaca. (Dok. Wahyu Sapta).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x