Wahyu
Wahyu

Coyyi, kata mamah aku cak boyeh cembayangan comen-comen. Nanti oyang atit ati.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Keabadian?

18 Desember 2018   03:00 Diperbarui: 18 Desember 2018   03:08 170 6 1
Keabadian?
https://regional.kompas.com/

Mikir pikir,
Keabadian

Ini bumi,
Meranggas mati
Pohon-pohon,
Kering tinggal ranting
Meluruh rumput,
Jadi api-debu
Gurun-gurun
Meraja-raja

Panas-panas-panas
Resah-resah-resah
Panik-panik-panik
Uang, uang, uang!

Kipas-kipas-kipas
Dingin-dingin-dingin
Asoy-asoy-asoy
Amboi-amboi-amboi
Lenggak-lenggok, genit-genit
Cubit-cubit, nafsu senat-senut
Asik-asik, goyang-goyang
Riang gembira, uhuuuuuuy
Abadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Ini orang,
Mungkin banyak lagi
Sabar-sabar, sabar-sabar
Ikhlas-ikhlas, ikhlas-ikhlas
Nrimo-nrimo, nrimo-nrimo
Senyum-senyum, senyum-senyum
Tawa-tawa, tawa-tawa
Tak punya uang apalagi buku puisi
Abadikah dia?

Mikir keabadian

Wahai jiwa yang jalang
Tolong ludahi sekali lagi:
Kematian,
Sekaligus keabadian.