Mohon tunggu...
Veronika Gultom
Veronika Gultom Mohon Tunggu... https://vrgultom.wordpress.com

IT - Data Modeler

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Menuju Artificial Intelligence-nya Indonesia

1 Desember 2019   00:32 Diperbarui: 1 Desember 2019   11:22 0 5 3 Mohon Tunggu...
Menuju Artificial Intelligence-nya Indonesia
Sumber Foto: thejakartapost.com (Shutterstock/Willyam Bradberry)

Pekerjaan ASN eselon III dan IV akan digantikan oleh AI dengan harapan memotong birokrasi yang berlebihan, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat.

Di tingkat pusat atau kementerian, pejabat eselon III bertugas sebagai Kepala Bagian, Kepala Bidang dan pejabat setingkat lain. Sementara, di tingkat daerah atau provinsi, pejabat eselon III menduduki posisi Sekretaris Badan, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Bagian, dan lain-lain.

Eselon IV merupakan hirarki jabatan struktural lapis keempat, terdiri dari 2 jenjang yaitu Eselon IVA dan Eselon IVB. Jenjang pangkat bagi Eselon IV adalah terendah Golongan III/b dan tertinggi Golongan III/d. Ini berarti secara kepangkatan,personelnya berpangkat PENATA yang sudah cukup berpengalaman.

Makna kepangkatannya adalah MENJAMIN MUTU. Oleh karenanya di tingkat provinsi, Eselon IV dapat dianggap sebagai MANAJER LINI SATUAN KERJA (INSTANSI) yang berfungsi sebagai penanggung jawab kegiatan yang dioperasionalisasikan dari program yang disusun di tingkatan Eselon III.

Apapun tugas dan pekerjaannya, mestinya ada alur organisasi yang akan berubah, karena ada pekerjaan yang diambil alih oleh mesin dengan mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI)/ kecerdasan buatan.

Tetapi, alur organisasi antar bagian yang pekerjaannya saling berhubungan harus tetap tersambung. Tidak mungkin mesin yang menggantikan proses-proses yang dilakukan manusia itu berdiri sendiri.

Kalau diliat dari tanggung jawab eselon III dan IV, jabatan mereka termasuk tinggi, yaitu kepala bagian, kepala bidang, manager lini instansi, dimana biasanya lebih banyak tanggung jawabnya daripada pekerjaan sehari-hari yang bersifat rutinitas yang berulang.

Saya masih percaya bahwa AI itu tidak dapat melebihi manusia, dan tidak dapat berpikir dengan sendirinya. Mesin Komputer terlihat pintar karena sudah diprogram untuk hal-hal tertentu. Misalkan diprogram untuk memprediksi sesuatu dimasa depan.

Untuk melakukan prediksi tentang sesuatu yang akan terjadi dimasa depan tentu ada dasarnya, karena mesin komputer tidak bisa seperti paranormal yang membaca bola kaca. Paranormal memprediksi sesuatu tanpa dasar dan kemudian memberikan saran-saran dan usulan tindakan yang perlu dilakukan berdasarkan hasil prediksi.

Secara logika, memprediksi sesuatu harus berdasarkan data histori dari berbagai hal yang saling berkaitan. Kita tidak bisa memprediksi suatu perusahaan akan bangkrut atau bertahan dalam sekian tahun tanpa data yang valid.   

Jika bicara tentang birokrasi, biasanya ada unsur implementasi, administrasi, dan regulasi/peraturan. Berarti kemungkinan AI yang diusulkan oleh Pak Presiden ada hubunganya dengan alur informasi dan pengetahuan/knowledge yang dipindahkan ke mesin.

Untuk membangun itu semua, akan butuh keteraturan dalam banyak hal. Peraturan-peraturan organisasi dikonversi menjadi data, informasi, dan proses, yang akan menjadi dasar memverifikasi sesuatu, alur admistrasi dikonversi langkah demi langkahnya menjadi rangkaian proses yang terjadi didalam system, dan approval dapat dikonversi menjadi digital approval dalam system.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x