Veronika Gultom
Veronika Gultom IT Consultant - Data Modeler, Performance Management

IT - Data Modeler

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bertemu Orang Baru di Perjalanan

3 Mei 2018   20:35 Diperbarui: 3 Mei 2018   21:46 514 1 0

Suatu saat saya hendak duduk di kursi tunggu si stasiun kereta api Bandung. Kereta yang saya tumpangi akan datang terlambat. Saya bertanya kepada seseorang apakah kursi disebelahnya kosong? 

Dengan ramah si ibu mempersihkan saya duduk. Saya pun duduk dan seperti kebanyakan orang jaman now, saya mulai membuka HP saya dan menyibukan diri membuka Facebook, mengecek pesan-pesan WA, email, dsb. Namun demikian saya punya kebiasaan menyapa orang didekat saya dan mencoba menjalin komunikasi, terutama jika orang tersebut adalah orang tua. 

Namun si ibu sedang sibuk bertelepon. Saya pun kembali sibuk dengan HP saya. Si ibu kemudian minta ijin untuk pergi sebentar dan menitipkan tas bawaanya pada saya,'Boleh saya titip sebentar?' Saya pun mengangguk sambil tersenyum. Sempat terpikir bagaimana kalau ada bom atau narkoba :D Tetapi saya merasa tenang-tenang saja, yang biasanya itu berarti tidak akan ada apa-apa. 

Si Ibu kembali ke kursinya dan mengucapkan terima kasih. Kemudian saya bertanya,'Ibu ke Jakarta juga?' yang dijawab iya. Kamipun terlibat pembicaraan seputar kereta yang terlambat. 

Dan ibu itu pun mengulurkan tangannya mengajak berkenalan, sambil menyebutkan namanya. Saya pun menyambutnya dan menyebutkan nama saya. Karena merasa salut ibu itu bepergian sendiri, sementara kelihatannya usianya tidak lagi muda, saya pun bertanya usia...apakah tinggal di Bandung atau di Jakarta. Beliau mengatakan tinggal di Bandung tetapi rumah dinas di Jakarta...waw...

"Ibu belum pensiun?" 

"Kalau anggota DPR tidak ada masa pensiun."

Rupanya ibu ini adalah anggota DPR dari partai Golkar yang ternyata adalah Ceu Popong yang palu nya pernah hilang. Pantas wajahnya terasa familiar. Dia bertanya beberapa hal tentang saya yang kemudian ditanggapi dengan kata-kata bijak dari beliau. 

Itu bukan kali pertama saya menjalin komunikasi dengan orang tak dikenal di perjalanan. Lebih sering ketika saya sendirian. Dulu, ketika saya masih menjadi penumpang Kereta Api Bandung-Jakarta edisi weekend, karena sekolah di Bandung, tetapi bekerja di Jakarta, saya pernah bertemu seseorang di kereta, yang kebetulan sedang mencari staff dengan skill yang saya punya. Saya pun diundang untuk wawancara :D

Ketika saya berada di negeri orang karena pekerjaan, dan tinggal disana untuk beberapa bulan, suatu hari saya pun memberanikan diri untuk memesan tour ke luar kota. Petugas yang melayani saya berpesan agar berhati-hati, karena saya hanya pergi seorang diri saja. 

Namun ternyata saya bertemu teman seperjalana, dua kakak beradik dengan pasangannya masing-masing. Mereka berbaik hati mengajak saya bergabung dengan mereka selama tour berlangsung. Hal ini membuat saya merasa lebih tenang, sekalipun saya tidak mengenal mereka. Dan semuanya baik-baik saja mulai dari awal berangkat sampai saya kembali ke rumah. 

Saya juga masih bertemu dengan banyak orang baru di beberapa kesempatan, saat traveling. Beberapa orang diantaranya masih menjadi teman baik sampai sekarang. Dari orang asing, bertemu di jalan dalam sebuah kesempatan, dan menjadi teman walau sesudahnya jarang bertemu dan hanya saling tahu lewat media sosial. Namun, saat saya ingin kembali mengunjungi tempat dimana saya pernah menjadi orang asing tanpa teman, saya ingat, ada teman 'lama' saya disana :)

Saya juga pernah bertemu orang 'tidak baik' di perjalanan. Namun puji Tuhan, saya baik-baik saja. Saya pikir feeling saya cukup kuat terhadap seseorang sehingga saya punya alarm jika ada sesuatu yang tidak baik. 

Ada saja sesuatu yang membuat saya lolos dari sesuatu yang negatif. Benar juga kata Ceu Popong tempo hari, ketika saya bertanya, apa Ibu tidak takut bepergian sendiri saja tanpa ada yang menemani di usia seperti sekarang ini? Beliau menjawab, "Kenapa musti takut, ada Tuhan yang menemani". Benar sekali,  seperti dikatakan dalam salah satu ayat alkitab favorit saya:

Mazmur 91:11

"For he will order his angels to protect you wherever you go"

"Allah menyuruh malaikat-Nya menjagai engkau, untuk melindungi engkau ke mana saja engkau pergi."

Mungkin, orang-orang baik yang kita temui dalam perjalanan, adalah malaikat-malaikat yang dikirim Tuhan untuk melindungi kita, untuk menyampaikan pesan kehidupan, untuk menolong kita mensukuri sesuatu yang sebelumnya tidak kita syukuri.