Veronika Gultom
Veronika Gultom IT Consultant - Data Modeler, Performance Management

IT - Data Modeler

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Barter Hasil Bumi dengan Hasil Industri

12 April 2018   11:31 Diperbarui: 12 April 2018   11:38 533 0 1
Barter Hasil Bumi dengan Hasil Industri
rianbuncit.wordpress.com

Apa saja sih kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat Indonesia baik menjelang hari raya maupun hari biasa?

Beras sebagai makanan pokok bangsa Indonesia, sayur- mayur, lauk-pauk seperti daging, telur, ikan, dll untuk teman makan sehat, buah-buahan untuk pencuci mulut, dan susu untuk gizi yang sempurna, bumbu-bumbu untuk mengolah bahan makanan pokok, dan LPG untuk memasak. Sudah menjadi tradisi jika bahan-bahan kebutuhan pokok tersebut harganya menjadi lebih mahal menjelang hari raya agama. 

Entah apa penyebabnya. Pemudik dari luar negeri berdatangan? Rasanya kekayaan alam Indonesia baik darat maupun laut masih sanggup memenuhi kebutuhan pokok orang Indonesia baik dalam negeri maupun pemudik yang pulang kampung saat hari raya. Jadi apa penyebabnya? Mungkin karena orang perlu THR maka para penjual menaikan harga agar dapat memberikan THR untuk karyawannya, para pedagang kecil dapat membelikan sesuatu yang spesial di hari raya.

Secara logika, dimana permintaan meningkat, sementara persediaan lebih sedikit, maka harga menjadi naik. Apakah kebutuhan meningkat di hari-hari menjelang hari raya? Sepertinya iya, dalam rangka memberikan sesuatu yang spesial untuk kebersamaan di hari raya. Yang biasanya makan diluar, pada hari raya akan memasak. Yang biasanya orang tua cuma sendirian saja di rumah, pada hari raya rumahnya ramai dikunjungi anak cucu. 

Namun berarti ada daerah-daerah tertentu yang justru menjadi sepi pembeli karena para pembelinya kebanyakan pergi mudik berkumpul bersama keluarga. Umumnya kejadiannya adalah daerah kota besar menjadi sepi namun daerah pedesaan menjadi ramai. Berarti harga yang naik mestinya didaerah pedesaan.

Menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok merupakan salah satu mandat Presiden Jokowi untuk kementerian perdagangan. Bagaimana caranya? Menentukan harga ecean tertinggi (HET) adalah salah satunya. Tetapi bagaimana mengawasinya? Jika persediaan kurang, tentunya konsumen akan berebutan, dan mau tidak mau pedagang harus menaikan harga barang untuk keseimbangan. 

Jika pedagang kecil menjual murah, namun harus membeli lagi dengan harga lebih mahal dari rantai sebelumnya, tentunya pedagang tersebut akan merugi. Berarti hal utama yang harus dijaga adalah ketersediaan barang. Penjual tidak mungkin menjual dengan harga tinggi jika persediaan barang banyak, karena mereka harus mempertimbangkan cash flow mereka dan juga masa expire barang-barang tersebut. Apalagi kebutuhan pokok tertentu yang akan membusuk jika disimpan terlalu lama.

Sebaiknya kementrian perdagangan memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sesuai dengan wilayah masing-masing. Wilayah yang setiap hari raya ramai didatangi para pemudik tentunya membutuhkan persediaan bahan-bahan pokok lebih banyak.

Jika suatu daerah adalah penghasil bahan pokok tertentu, bahan-bahan tersebut dapat ditampung untuk dibantu dijualkan dan mereka dipasok dengan barang kebutuhan hari raya yang lain, yang sulit didapat diaerah tersebut. Sementara barang hasil bumi mereka disalurkan ke daerah lain yang tidak menghasilkan barang yang sama dan ditukar dengan hasil usaha daerah tersebut. Jadi ada barter hasil bumi dengan hasil industri antar daerah.

Prakteknya untuk semua barang-barang itu bisa sampai ke masyarakat, bisa dengan sistem voucher. Pemerintah menyediakan voucher yang dapat ditukar dengan barang-barang sesuai kebutuhan masyarakat wilayah tertentu dengan syarat petani harus menukarnya dengan hasil usaha mereka yang tentunya harus setara hitungannya. 

Sisa hasil penjualan dapat diberikan dalam bentuk uang, namun untuk pembelian barang dapat menggunakan voucher untuk menghindari membeli terlalu banyak sehingga orang lain tidak kebagian dan harus membeli dari tempat lain dengan harga lebih mahal.

Untuk masyarakat di kota, mungkin stok barang kebutuhan pokok dikurangi, berdasarkan data perkiraan orang mudik dan yang tidak mudik. Bisa diprediksi dari data jumlah pemudik tahun-tahun sebelumnya dan data permintaan tiket perjalanan yang sudah terjual, data jumlah pemudik menggunankan angkutan gratis yang disediakan pemerintah dan group-group perusahaan tertentu, dan semua data pendukung lain.

Memang data statistik penting dalam hal ini agar tidak salah mendistribusikan barang.

Jika semuanya dapat berjalan dengan lancar, mudah-mudahan masyarakat dapat merayakan hari raya bersama keluarga dengan sukacita penuh tanpa harus memikirkan biaya hari raya yang meningkat karena harga-harga kebutuhan pokok meningkat sementara kebutuhan masyarakat pun meningkat