Mohon tunggu...
Nidya Utami
Nidya Utami Mohon Tunggu... Aku perempuan pemimpi dan santai

Punya cita-cita, berani mencoba

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Review Buku "The Second Sex" Karya Simone De Beauvoir

20 Mei 2019   10:56 Diperbarui: 20 Mei 2019   17:25 0 1 0 Mohon Tunggu...

Baru baca The Second Sex karya filsuf Perancis cantik bernama Simone De Beauvoir. Buku ini adalah acuan utama untuk feminisme gelombang ketiga dan jenis feminisme eksistensialis. Banyak orang politik kanan mengkritik buku ini sebagai pencetus feminis radikal jadi saya penasaran apa isinya. 

Ternyata dari pemaparan bukunya terkesan negatif menanggapi peran manusia perempuan dalam berkembang biak (menurutnya kehamilan adalah kutukan perempuan, sebab menjadikannya lemah dan pasif). 

Adapun dia membandingkan manusia dengan betina-betina di alam(seperti spesies lebah dimana betina dijadikan ratu sebab sebagai penghasil ratusan anak sedangkan burung betina bertelur dengan susah payah sementara yang jantan bisa bebas reproduksi ke yang lain).

Lalu membandingkan dengan zaman purba saat bermula agrikultur dan perempuan masih diagungkan sebagai tetua misteri kehidupan, memikul tanggung jawab penting dalam pemeliharan ladang dan pemegang tanah. Kemudian beralih ke tribal suami istri dimana courtship adalah pihak keluarga lain membeli perempuan ke pihak keluaraga ini, bahwasannya perempuan adalah milik ayahnya lalu hak milik suaminya dan tak punya andil dalam kepemilikan tanah hanya tok sebagai penghasil keturunan. 

Sementara semakin berkembangnya zaman di era kerajaan Perancis perempuan biasa bebas bekerja kalau mereka prostitusi, biarawati atau perempuan kaum bangsawan jadi mereka bisa berkarya dan mayoritas jadi penulis dan seniman(sama seperti Jepang di zaman Heian). Adapun persepsi Simone terhadap laki-laki, kalau laki-laki menganggap dirinya saja yang manusia. 

Sedangkan gender wanita hanyalah The Other, yang satu lagi, semacam hantu. Banyak fakta sains yang kurang akurat lagi di buku Simone dibanding zaman sekarang. Dan suara tulisannya memang cenderung marah terhadap laki-laki dan kodrat perempuan(salah satu quote tenarnya 'one is not born, but rather, becomes a woman' sering digunakan kaum banci sebagai justifikasi perilaku menyimpangnya). 

Mungkin karena itu perempuan dan lelaki kurang kuat imannya bakal terhasut buku ini... Simone sendiri adalah seorang dosen di zamannya, dia sangat cerdas dan termasuk dari sekelumit perempuan yang lulus Universitas Sorbonne (jurusan filosofi) di tahun 1920an. Lifestyle nya cukup bebas, sebab dia sendiri mengaku seorang biseksual
Cuplikan dari tulisannya versi bing :

"For the aim of marriage is to immunize man against his own wife : but other men still have a dizzying effect on him. Women are accomplices. For they rebel against order that tries ro deprive then of their weapons. So as to tear women from nature, has to subjugate her to man through ceremony and contracts, she was elevated to the dignity of a human person: she was granted freedom. But freedom is precisely what escapes all servitude: and if it bestowed on a being originally possesed becomes dangerous. And all the moreso as man stopped at his meassures. He accepted women into the masculine world only by making her a servant, in thwarting her transendence: the freedom she was granted could only have a negative use, it only manifest itself in refusal"