Mohon tunggu...
Nidya Utami
Nidya Utami Mohon Tunggu... Saya wanita praktis dan sederhana

Sehat dan tenang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Teori Jungian Introver Ekstrover Sensori Intuisi Thinking Feeling

15 Mei 2019   21:32 Diperbarui: 20 Mei 2019   17:27 0 0 0 Mohon Tunggu...

Baru saja baca esai Psychological Types karya C. G Jung. Esai ini adalah fondasi dari tipologi kepribadian terkenal MBTI(yang sebenarnya diciptakan oleh non psikolog, Katherine Cook Briggs lulusan jurusan pertanian dan Isabel Myers Briggs lulusan jurusan ilmu politik). Secara Jung bareng Freud adalah tokoh-tokoh terkenal di dunia psikologi walaupun mereka berdua aslinya adalah dokter(Jung adalah dokter psikiater dan Freud adalah dokter neurologi). Inti esai ini adalah teori-teori psikologi, yang menerangkan bagaimana cara otak memproses situasi.

Jadi ada dua tipe rasional, yaitu thinking dan feeling. Kenapa feeling dibilang rasional ? Sebab feeling berproses dengan menghakimi suatu situasi, mirip thinking. Namun referensinya saja beda, contoh feeling mereferensi tata krama dan ideologi pancasila atau adat istiadat dan budaya, sedangkan thinking mereferensi fakta.

Dan dua tipe irasional yakni sensory dan intuition. Sensori dibilang irasional sebab manusia mendapat impresi terhadap objek selalu berbeda di tiap-tiap orang(seperti pertanyaan sains umum tentang tiap orang melihat warna merah berbeda-beda, sedangkan teori Locke mengenai kualitas primer sebuah objek seperti bentuk dan densitas sedangkan warna adalah kualitas sekunder).

Sedangkan intuition bukanlah kekuatan perdukunan dan baca pikiran, melainkan selalu membayangkan kemungkinan, memiliki nilai-nilai campuran, serta mengasosiasikan suatu peristiwa dengan imaji pribadi.

Lalu antara introvert dan extravert sebenarnya bisa dibedakan dengan cukup mudah, introvert(subjektif) ingin mengalami suatu objek dengan total dan apa adanya, sedangkan extravert (objektif) hanya memikirkan cara untuk mendapatkan objek. Itu adalah sekelumit dari esai teori yang beliau buat.

Satu lagi teori Carl Jung yang aku suka adalah mengenai arketip. Arketip adalah sekumpulan narasi dan pola yang secara kolektif dipahami semua manusia contohnya pola kisah Cinderella. Namun Carl Jung fokus pada pola-pola di mitos dewa-dewi Yunani, dan melabel tiap pasiennya dewa-dewi Yunani apa yang merepresentasikan jiwanya(pernah dia merawat pasiennya yang dominan arketip dewi Athena, berarti dia adalah wanita yang memikirkan karir serta kemampuan, bahkan kebetulan pasiennya suka menjahit seperti Athena).

***

Tapi aku ingin sedikit mengutak-atik teori ini dan yakin kalau cuma perempuan yang proses otaknya dominan feeling dan arketipnya dewi perempuan, dan sebaliknya untuk lelaki. Sebab Jung percaya lelaki juga bisa dominan feeling. Aku ragu dengan itu. Agak mustahil.

***

Kebetulan BTS boyband baru keluarin album yang judulnya Persona. Dan mereka bilang terinspirasi dari Jung. Aku udah lama suka nyari-nyari tahu tentang teori Jungian jadi semangat sekali dengan album barunya BTS. Konsep Jung persona adalah tentang topeng sosial manusia untuk dunia pekerjaan dan profesional. Lalu ada salah satu lagunya kesukaannya aku yakni Dionysus(menurutku mereka merasa konek dengan arketip Dionysus sebab Dionysus adalah dewa anggur dan pesta, biasanya musisi dan seniman bakal dekat dengan arketip Dionysus yang kreatif).

Selain itu salah satu lagunya Mikrokosmos terkait dengan teori neo Plato itu artinya pengulangan pola umum dalam tingkat metafisik contohnya pertanyaan kenapa aku hidup didunia ini ? Pola pertanyaan ini berulang dan ditanya semua orang

KONTEN MENARIK LAINNYA
x