Mohon tunggu...
Nidya Utami
Nidya Utami Mohon Tunggu... Aku perempuan pemimpi dan santai

Punya cita-cita, berani mencoba

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Dilan 1991", Mesra tapi Nggak Happy Ending

11 Maret 2019   20:05 Diperbarui: 12 Maret 2019   08:00 0 2 0 Mohon Tunggu...

Saya lagi-lagi nonton dengan emak saya. Kebayang di bioskop, disesaki pasangan-pasangan kasmaran. Mereka main sandar2an kepala sedangkan saya sibuk ngorek dasar kotak popcorn yang keburu habis padahal baru selesai iklan. Filmnya aja belum dimulai.

Anyway, pembaca yang terhormat, saya berikan sinopsis film itu. Bagi yang males ikut wabah Dilan dan anti mainstream(saya lihat cukup banyak org begini di kelas saya), mungkin tulisan saya bisa jadi membantu. Tau inti ceritanya tanpa perlu sumpek nonton rame-rame kayak ke pasar malam.

Cerita diawali lagi-lagi si Milea dewasa yang udah nikah dan beranak sedang ngetik biografi percintaannya dengan Dilan (berarti secara teknis, ini bukan cerita untuk young adult. Karena pemain utamanya sebenarnya udah berumur). Mereka lagi naik motor, terkenang-kenang janji bermaterai pacaran mereka.

Lalu di awal-awal film di kantin yang sering didatangi Milea dan Dilan, terjadi diskusi kalau geng sekolah sebelah ada yang pengen ngeroyok Dilan. Dilan terbakar semangat rebelnya, tapi Milea berupaya melarangnya. Khawatir nasib Dilan.

Kemudian di acara pembagian rapor, sesuai prediksi Dilan, akhirnya dia didrop out dari sekolah akibat masalahnya di film tempo lalu. Dilan pun sempat terlibat keroyokan geng-geng motor lain, sebab dia pimpinan. Milea sungguh cemas.

Lalu ada adegan Milea dan Dilan setelah bertukar salam islami, ingin ciuman bibir. Yang umumlah dirasakan pasangan baru jadian (ceileh, yang nulis sinopsis ini aja nggak pernah tuh kissy kissy). Nah merekapun Dilan dan Milea mewakilinya dengan tangan aja. Karena mereka masih malu-malu.

Lalu Dilan datang ke rumah Milea saat Milea cuma bersama guru lesnya. Dilan membawa teman-teman geng motornya dan melakukan upacara macam ijab kabul dengan kawan-kawannya sebagai saksi dan guru lesnya yang naksir dengan Milea. Si guru les akhirnya galau dan pulang.

Lalu Dilanpun ngajak Milea keliling bareng teman segengnya. Disini Milea mengenang masa-masanya sama mantan pacarmya yang romantis dan mau pinjamin jaket tapi bilang Milea pelacur. Sedangkan Dilan berkelit nggak mau minjamin jaket. Bilang pengen ngelindungi.

Akhirnya Milea dan Dilan berciuman di ruang tamu rumah Milea saat keluarganya lagi nggak ada. Di bioskop saya adegan ini dipotong, mungkin takut ada anak SMP yang nonton (mah, anak SD aja udah nonton Twilight)

Benar-benarlah si Milea dimabuk kepayang sama guyonan dan rayuan si Dilan. Bahkan ada momen percakapan telpon ngajak 'tidur bareng',  maksudnya serentak jam tidurnya pukul 9 pas.

Milea pun dikenalkan dengan ayah Dilan yang seorang tentara. Sekeluarga Dilan yang semuanya berkarakter bingung kok cewek secantik dan selembut Milea mau sih dengan Dilan yang sembrono. Milea merasa udah cinta aja, nggak tau. Dan semua sudah ngimpi-ngimpi pengen jadiin Milea menantu.

Milea kemudian diperkenalkan sama sepupu jauhnya. Mereka sahabat dari kecil tapi sudah lama tidak bertemu kafena keluarga sepupunya pindah ke eropa. Terlihatlah gelagat-gelagat keluarga Milea lebih setuju Milea dekat dengan sepupu jauhnya ini, karena jauh lebih mapan dan seorang teladan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x