Mohon tunggu...
Vitto Prasetyo
Vitto Prasetyo Mohon Tunggu... Freelancer - Laki-laki

pegiat sastra dan peminat budaya, tinggal di Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Aku Bertasbih untuk Ibu

24 Februari 2020   23:29 Diperbarui: 24 Februari 2020   23:22 52
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Malam pecah dan mengalir pada rongga waktu

menusuk ingatan di duka tersisa

tergilas dalam bencana batin

ketika senyum itu mulai kering

tersimpan pada pusara bisu

tak lagi menyisakan canda, saat masa kecilku terhapus mimpi

Seandainya putaran waktu mengalir bagai sajak

kubacakan sekali lagi sisa air mataku yang telah terbasuh

meski kini, tak pernah kupanggil sebuah nama, Ibu

dan kuhidupkan dalam sisa napasku

Ibu, begitu sepikah dirimu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun