Mohon tunggu...
Vita Nur Farihah
Vita Nur Farihah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Diponegoro

Mahasiswa S1 - Biologi, Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peningkatan Kualitas Pendidikan, Program Kampus Mengajar 3 di SD Negeri 1 Besuki

26 September 2022   02:59 Diperbarui: 26 September 2022   06:39 149 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kampus Mengajar merupakan program yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) sebagai implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Bagi mahasiswa, adanya kampus mengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas perkuliahan, mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang dimiliki serta berkesempatan untuk berperan dan berdampak dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah diseluruh Indonesia, khususnya daerah 4T (terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi.

SD Negeri 1 Besuki merupakan salah satu sekolah mitra dari pelaksanaan Kampus Mengajar 3.  SD Negeri 1 Besuki beralamat di Jalan Besuki – Karangduwur RT 01/02, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. SD Negeri 1 Besuki sebagai sekolah mitra Kampus Mengajar 3 memiliki akreditasi B dengan jumlah siswa sebanyak 129 siswa dan guru sebanyak 9 orang.

Kampus Mengajar angkatan 3 terfokus pada peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan bagi sekolah mitra, khususnya akselerasi peningkatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, dan administrasi manajerial. Berdasarkan tujuan tersebut dan didukung oleh hasil observasi sekolah, dibuat program kerja yang lebih mengerucut, dalam hal peningkatan literasi dan numerasi terdapat program unggulan antara lain kegiatan literasi 15 menit di perpustakaan, bimbingan calistung (baca, tulis, hitung), mading sekolah, intensifikasi AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) Nasional, asistensi mengajar, serta pembuatan media pembelajaran berbasis numerasi / numerasi corner.

Pelaksanaan asistensi mengajar dilakukan dengan mekanisme mahasiswa berkolaborasi dengan masing – masing guru kelas, asistensi mengajar dilakukan dengan metode ceramah interaktif, studi kasus, focus group discussion untuk melatih siswa berpikir kritis serta dengan memanfaatkan teknologi audio – visual menggunakan platform Youtube untuk meningkatkan minat belajar siswa serta mempermudah siswa dalam menyerap materi. Dalam kegiatan asistensi mengajar, mahasiswa juga menyelipkan pembiasaan yang menunjang kemampuan numerasi siswa dengan bermain tebak – tebakan yang berhubungan dengan numerasi maupun mater yang telah disampaikan.

Pemanfaatan teknologi audio - visual berbasis platform Youtube 
Pemanfaatan teknologi audio - visual berbasis platform Youtube 

Adanya program asistensi mengajar, banyak dampak yang dirasakan oleh siswa baik dari segi literasi maupun numerasi. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya siswa yang malas untuk mengerjakan tugas maupun pekerjaan rumah, siswa menjadi semangat dan lebih tertarik apabila pembelajaran dilakukan dengan metode focus group discussion. Selain itu, hadirnya mahasiswa Kampus Mengajar 3 memberikan perubahan suasana dan cara mengajar sehingga tidak monoton.

Kegiatan belajar mengajar diselingi dengan ice breaking
Kegiatan belajar mengajar diselingi dengan ice breaking

Tujuan selanjutnya adanya kampus mengajar 3 adalah peningkatan adaptasi teknologi. Dalam hal adaptasi teknologi, program kerja yang tersusun berupa kegiatan pelatihan Microsoft Office, terutama Microsoft Word untuk siswa kelas tinggi terutama siswa kelas IV serta implementasinya yaitu pelaksanaan AKM kelas. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di perpustakaan, siswa diajarkan pengetahuan dasar mengenai Microsoft Office khususnya Microsoft Word dilanjutkan dengan mempraktikkan. Kegiatan pelatihan Microsoft Office juga diselipkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, khususnya pada kelas III, IV, dan V.

Pelatihan Microsoft office bagi siswa kelas tinggi 
Pelatihan Microsoft office bagi siswa kelas tinggi 

Asesmen Kompetensi Minumum (AKM) Kelas merupakan program kerja tambahan dari panitia pusat Kampus Mengajar. AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) Kelas terdiri dari pretest dan postest. Pretest dilaksanakan pada Bulan Maret yang diikuti oleh 20 siswa kelas V. Sedangkan, posttest AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) Kelas dilaksanakan pada bulan Juni. Karena keterbatasan device, AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) Kelas dilaksanakan selama empat hari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan