Mohon tunggu...
Vita Prihatiningrum
Vita Prihatiningrum Mohon Tunggu... Mahasiswa

Seorang observer amatir yang memiliki hobi membaca novel dan menulis :)

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Review Agenda Ospek! Lanjutkan atau Cukupkan?

21 September 2020   22:45 Diperbarui: 21 September 2020   23:28 35 4 1 Mohon Tunggu...

Sebagai seorang mahasiswa yang pernah melewati masa bentak-membentak saat ospek menggugah saya secara personal untuk membagikan pengalaman dan pandangan saya tentang tradisi bentak-membentak tersebut.

Saya sendiri merupakan seorang mahasiswa yang kini masih menempuh pendidikan saya di salah satu sekolah tinggi swasta di Surabaya. Iya, agenda bentak-membentak ini tidak hanya terjadi di unversitas-universitas negeri yang dianggap besar saja, namun ternyata hal ini juga terjadi di universitas-universitas swasta yang bisa dibilang tidak terlalu memiliki pamor dimata publik.

Dulu saya menjalani masa ospek saya selama empat hari. Jika dibandingkan dengan kampus-kampus lain yang bisa hingga satu bulan bahkan satu tahun kampus saya memang memiliki masa ospek yang sangat singkat.

Tapi jangan dikira dalam jangka waktu yang singkat itu kami para mahasiswa baru bisa menghembuskan nafas lega. Selama empat hari tersebut kami mendapatkan tekanan yang lumayan bisa membuat kami menangis. Mulai dari tugas yang tidak masuk akal hingga bentakan yang tidak masuk akal pula.  

Memang sebenarnya dalam agenda ospek tersebut juga terdapat seminar-seminar dan penjelasan tentang dunia kampus, hanya saja dalam memori kami para maba, agenda-agenda yang seharusnya menjadi sumber wawasan baru bagi kami tersebut selalu tertindih dengan momori marah-marah dan kondisi fisik yang lelah. 

Bahkan bagi saya pribadi agenda-agenda yang berkaitan dengan wawasan kampus tersebut hampir secara keseluruhan tidak bisa saya ingat karena memang saat materi disampaikan pun saya sama sekali tidak bisa fokus, ini akibat dari kelelahan mengerjakan tugas pada malam harinya yang menurut saya tugas tersebut sama sekali tidak bermanfaat setelahnya.

Lalu pertanyaanya, apakah sistem ospek seperti yang pernah saya dan teman-teman saya alami masih relevan jika diterapkan saat kondisi seperti saat ini?

Saya kira kita semua sudah tahu jawabannya. Dalam kondisi offline saja sistem ospek dengan memasukkan agenda semacam itu sudah tidak bisa dibenarkan karena jika dilihat secara output nya hal tersebut sama sekali tidak menghasilkan output value yang baik bagi para peserta ospek, apalagi jika kita menerapkannya saat ini ketika aktivitas perkuliahan dijalankan melalui daring. 

Bukan menjadi media pembelajaran, penyampaian nilai melalui bentak-membentak online ini malah akan menimbulkan hilangnya value yang seharusnya tersampaikan dengan baik. 

Saya kira, sudahlah cukup, hapus agenda bentak membentak di list agenda ospek baik online maupun offline, cukup berikan informasi dan wawasan kepada mahasiswa baru tentang perkuliahaan itu sendiri, lebih lebih lagi jika ospek bisa dijadikan tempat pemanasan bagi mahasiswa untuk berdiskusi bersama membahas tentang topik-topik atau isu-isu terkini.

Jujur sebagai mahasiswa yang masih aktif di perguruan tinggi saya ingin sekali melihat perubahan konsep ospek, hanya saja saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini saya lebih senang jika saya tidak terlibat terlalu jauh dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan ospek. Apakah ini bagian dari trauma ospek?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x