Syaripudin Zuhri
Syaripudin Zuhri profesional

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan?"

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Dua Jempol untuk Sang Pejuang Pemilu

19 April 2019   19:10 Diperbarui: 19 April 2019   23:59 830 14 3
Dua Jempol untuk Sang Pejuang Pemilu
Lihat itu seorang Polwan dengan dedikasinya yang tinggi, demi kotak suara. Dua jempol untuknya. Sumber:triyantobanyumas.com

Di tengah-tengah pesta demokrasi yang puncaknya sudah dilalui dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 17 April 2019, telah dilaksanakan Pilpres dan Pileg serentak untuk seluruh Indonesia, dan di seluruh perwakilan-perwakilan Indonesia di dunia.

Gegap gempitanya kampanye dari dua kubu telah menorehkan hasilnya di kertas suara yang di coblos di TPS masing-masing. Yang hasil resminya tetap kita tunggu dari lembaga resmi Pemilu, yaitu Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Walau ada hitungan cepat atau hitungan yang ril, tetap saja resminya harus KPU yang mengumumkannya finalnya pada 22 Mei 2019 mendatang, yang kebetulan sedang bulan suci Ramadhan.

Semoga pengumuman hasil Plpres atau PIleg di bulan suci Ramadhan tersebut membawa berkah tersendiri. Semoga siapapun pasangan capres yang menang, yang kalah tidak marah. Intinya yang menang tidak sombong dan hura-hura, yang kalah tetap legawa dan menerima kekalahnnya dengan ikhlas, semoga.

Namun saya tak membicarakan pasangan mana yang menang, saya ingin mengupas sedikit para Pejuang Pemilu, saya menyebutnya demikian, karena apa yang mereka lakukan benar-benar luar biasa, bias menjadi contoh bagi kita semua.

Mereka rela dengan ikhlas melakukan itu semua demi tugas yang telah menjadi tanggungjawabnya. Mari kita lihat satu persatu.

Ada yang memanggul kotak suara dari satu tempat ke tampat yang lain dengan berjalan kaki. Ada yang menyebrangi sungai sambil berenang dengan membawa kotak suara tersebut agar tetap mengapung di atasnya dengan dibungkus plastik agar kotak suara yang dari kardus tersebut tidak basah. Mereka berenang, bayangkan.... Mereka berenang untuk menyelamatkan surat-surat suara, luar biasa.

Ada Polwan yang demi tugasnya membawa kotak suara tersebut dengan motor yang agar tidak jatuh diikat ke bahunya, dan dengan motor di jalan yang tidak beraspal.

Bisa Anda bayangkan keseimbangan motor tersebut bila ketemu jalan yang penuh lobang, tanpa aspal. Ada karena memang tugasnya sampai tidur bersama kotak suara, agar kotak suara tersebut tetap aman dan terjaga dari tangan-tangan kotor yang tak bertanggung jawab.

Tanggung jawab atau dedikasi pihak keamanan yang luar biasa. Mereka yang netral tetap menjaga kotak suara tersebut, dan mereka tidur di lantai seadanya, demi menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka. Ini benar-benar luar biasa, dedikasi yang tinggi telah mereka lakukan demi surat suara para pemilih.

Ada yang memanggul kotak-kotak suaradari darat ke perahu /kapal, atau dari kapal/perahu ke darat. Mereka tak kenal lelah, terus mengembankan amanah yang luar biasa.

Polwan sedang menjalankan tugasnya, Luar biasa. jempaol buat mereka. Timlo.net
Polwan sedang menjalankan tugasnya, Luar biasa. jempaol buat mereka. Timlo.net
Ada tentara, polisi, hansip dan sebagainya memanggul kotak-kotak suara, dengan tetap tersenyum, menjalankan tugas demi ibu pertiwi, demi pesta rakyat lima tahunan.

Ada yang bahu membahu membahu menggotong kotak suara tersebut dengan bambu dari satu desa ke desa lain di kaki buki yang susah dilalui kendaraan, benar-benar suatu perjuangan yang tiada tara di era modern sekarang.

Anda bisa bayangkan mengangkut kotak suara yang mungkin saja berkilo-kilo meter tanpa jalan kendaraan, naik dari satu bukit ke bukit yang lain dengan berjalan kaki. Patut diacungkan jempol bagi pejuang Pemilu ini.

Ada lagi Polwan yang demi menjalankan tugasnya dengan naik motor tril mengangkut kota suara tersebut di atas motornya, saking lelahnya, dia istirahat dan duduk di jalan tak beraspal dengan tetap kotak suara bersamannya.

Coba itu... Polwan. Polisi Wanita yang menjalan tugas demi negara dan bangsa, demi mengamankan kotak suara agar sampai ke tempat yang dituju.

Bahkan ada yang memanggul kotak suara dengan berjalan di atas jembatan sebatang bambu dengan pegangan tambang ala kadarnya, yang bila tak bisa menjaga keseimbangan mereka akan terjatuh ke dalam sungai dan kotak suara itu akan hanyut bersama arus sungai. Bahkan ada yang untuk menjaga kotak suara tersebut mereka tertidur sambil memeluk kotak suara. Benar-benar luar biasa.

Ada lagi yang jatuh tertidur di kotak-kotak suara, hanya sambil bersender. Saking lelah dan kantuk yang tak bisa dilawan, karena menjaga kotak suara. Lagi-lagi dilakukan Polwan, polisi wanita. Yang di mana wanita lain sedang asik nyenyak tidur di kasur empuk yang ber AC, Polwan cantik ini tidur bersender atau berbantal kotak suara, bukan bantal empuk. Lagi-lagi jempol buat mereka!

Coba lihat itu, seorang Polisi sedang mendorong mototr yang mengakut kota suara di jalan tak beraspal. Luar biasa. Sumber: kumparan.com
Coba lihat itu, seorang Polisi sedang mendorong mototr yang mengakut kota suara di jalan tak beraspal. Luar biasa. Sumber: kumparan.com
Bahkan banyak petugas, yang mungkin di tempat pendistribusian kotak suara, karena begitu banyak kotak suara yang tersusun di dalamnnya, dan mereka bergelimpangan tiidur di lantai, mungkin karena kelelahan dan kantuk yang tak lagi bisa ditahan.

Begitu banyak waktu dan tenaga yang mereka korbankan demi tugas atau kewajiba, menyebarkan atau menjemput kotak suara-suara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2