Mohon tunggu...
VIRANIKA ADE RAHAYU
VIRANIKA ADE RAHAYU Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa kelas F semester 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Perkembangan Teknologi

20 April 2021   12:00 Diperbarui: 20 April 2021   12:03 181 1 0 Mohon Tunggu...

Pendidikan adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengasah pengetahuan, kemampuan, serta keterampilan yang dilakukan individu yang akan diteruskan untuk generasi selanjutnya. Pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah selama ini hanya menuntut siswa mendapatkan nilai yang baik sehingga terabaikannya nilai, moral, dan etika. Pendidikan karakter menjadi salah satu perbincangan dikalangan pendidikan. Alasannya karena pendidikan karekter menjadi ciri khas dari setiap manusia. Sikap yang baik berasal dari karakter yang baik dan begitupun sebaliknya.

Pendidikan karakter merupakan suatu cara yang bertujuan untuk membantu seseorang melakukan tindakan atau perilaku sehingga menunjukkan etika yang baik. Suatu karakter menunjukkan watak, akhlak, perilaku dan melekat pada diri seseorang yang dibentuk dari lingkungan sekitarnya. Pendidikan karakter menjadi hal yang penting bagi para siswa dan harus ditanamkan sejak dini. Tujuan penting pendidikan karakter adalah agar siswa bisa menanamkan nilai-nilai dalam dirinya dan diharapkan bisa meningkatkan mutu pendidikan sekolah sehinga membentuk karakter siswa yang utuh dan berakhlak mulia. Karakter yang melekat pada perilaku seseorang anak selalu berkaitan dengan nilai.

Dasar pendidikan karakter adalah fitrah manusia, dimana Rasulullah SAW. telah menyebutkan dalam hadistnya yang berbunyi "Setiap bayi yang lahir dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanya lah yang akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi". Dari hadist tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 2 potensi yang membentuk karakter seseorang, yaitu seseorang memiliki nilai sejak ia dilahirkan di dunia dan lingkungan sebagai tempat ia belajar sehingga terbentuklah suatu karakter. Kedua potensi inilah yang mempengaruhi dan membedakan karakter dalam diri seseorang.

Hakikat pendidikan karakter adalah peserta didik diberikan bimbingan sehingga terjadi perubahan dalam diri peserta didik sehingga kelak akan mewujudkan suatu kelompok yang terarah. Dalam ajaran islam, pelaksanaan pendidikan karakter juga sangat penting sehingga dapat mempengaruhi dan membentuk nilai, moral dan etika sehingga dalam pelaksanaanya diharapkan dapat sesuai dengan apa yang tercantum didalam Al-Qur'an. Sumber nilai dalam pendidikan karakter antara lain, yaitu agama sebagai tonggak utama dalam diri manusia, pancasila sebagai landasan dan cita-cita bangsa Indonesia, budaya, tujuan pendidikan nasional, dan UURI No. 17 tahun 2007.

Pendidikan karakter juga berkaitan dengan perkembangan teknologi saat ini. Perkembangan teknologi di era seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Perkembangan kemajuan teknologi sangatlah pesat sehingga dapat dinikmati bukan hanya orang dewasa tetapi anak-anak sekolah. Salah satu manfaat teknologi dalam bidang pendidikan dapat dirasakan para pendidik dan peserta didik. Apalagi di era pembelajaran daring (dalam jaringan) seperti sekarang ini yang banyak diterapkan di sekolah-sekolah. Perkembangan teknologi juga dapat mempengaruhi karakter seseorang sehingga kita sebagai pengguna teknologi harus bisa memilih dan memilah sehingga sebagai pengguna teknologi tidak terpengaruhi oleh dampak buruk dari teknologi tersebut.

Perkembangan teknologi banyak mempengaruhi pendidikan karakter peserta didik terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada umumnya anak-anak dijenjang sekolah dasar lebih banyak terpengaruh oleh perkembangan teknologi karena belum bisa memilih hal-hal yang seharusnya mereka ketahui. Sejak pandemi Covid 19, sekolah banyak ditutup dan mengakibatkan pembelajaran dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Dengan begitu, teknologi sangat membantu memudahkan para pengajar dan peserta didik mulai dari mencari jurnal bahkan bukubuku elektronik. Namun, banyak kendala yang harus dihadapi, mulai dari terbatasnya kepemilikan ponsel, jaringan internet, dan lain sebagainya.

Pada era perkembangan teknologi seperti sekarang, anak-anak sekolah dasar sudah tahu cara menggunakan teknologi modern seperti sekarang, bahkan tak jarang ada orang dewasa yang kalah dengan anak-anak. Dengan begitu, para orang tua tidak perlu susah-susah untuk mengajarkan anaknya untuk menggunakan barang-barang teknologi. Apalagi dengan keadaan pembelajaran seperti sekarang ini. Tetapi, hal tersebut juga tidak baik bagi anak-anak. Sekarang ini banyak para pelajar yang menyalahgunakan teknologi sehingga melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

Dalam kasus ini, dibutuhkan peran orang tua, guru, dan masyarakat. Orang tua menjadi tonggak utama bagi anaknya. Sebab, awal mulanya karakter seseorang dibentuk melalui pembawaannya sejak lahir dan lingkungan disekitarnya. Hal-hal yang dapat dilakukan para orang tua, yaitu sebagai berikut :

  • Orang tua harus meningkatkan kemampuannya tentang wawasan internet dan gadget sehingga bisa mengawasi anak-anak mereka.
  • Memperkenalkan anak-anak dengan situs pendidikan.
  • Membatasi waktu kapan harus menggunakan gadget dan kapan mengerjakan tugas sekolah.
  • Memberi pemahaman tentang dampak negatif dari teknologi yang canggih.
  • Orang tua menjadi teman dan sahabat sehingga anak tidak akan sungkan ketika menjadikan orang tunya sebagai tempat curhat atau bercerita. 
  • Anak harus bisa bersosialisasi dengan keluarga dan teman sebaya. 

Peran guru adalah membantu untuk membentuk watak peserta didiknya dengan menanamkan kebiasaan sehingga peserta didik bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Guru tidak hanya sebagai pendidik. Guru harus bisa menjadi pendidik karakter yang bisa mengajarkan moral yang baik dan budaya untuk para siswanya. Pada jenjang sekolah dasar, untuk mengembangkan karakter siswa dapat menempuh langkah-langkah antara lain memberikan pengarahan, melakukan kebiasaan, memberi contoh perilaku teladan, memberi penguatan, dan memberikan sanksi berupa hukuman. Nilai-nilai karakter peserta didik dapat digali oleh pendidik melalui pembelajaran-pembelajaran yang bersifat religius sehingga dapat memunculkan nilai-nilai sosial pada diri peserta didik.

Untuk membentuk karakter seseorang dapat menempuh dengan cara yang sederhana, yaitu melakukan aktivitas secara berulang dan terus-menerus. Dari aktivitas yang berulang dan terusmenerus tersebut akan menjadi kebiasaan sehingga kebiasaan tersebut tanpa disadari akan menjadi karakter. Pembentukan karakter selalu berhubungan dengan life skill. Life skill sendiri berhubungan dengan keahlian, melatih kemampuan, kebijaksanaan, dan fasilitas. 

Adapun prinsip-prinsip yang digunakan guru untuk membentuk watak siswa dalam pendidikan karakter, yaitu sebagai berikut :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN