Mohon tunggu...
Viola Wahyuni
Viola Wahyuni Mohon Tunggu... Kranji Paciran lamongan

Reading

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Proses Kognitif Terhadap Anak Usia Dini

5 Oktober 2020   05:53 Diperbarui: 10 Oktober 2020   19:47 17 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Proses Kognitif Terhadap Anak Usia Dini
communication-5f81ad31d541df3693548fc2.jpg

Dalam pengertian anak usia dini ialah anak yang berumur 0-6 tahun,yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih pesat dan fundamental pada awal awal tahun kehidupannya. Dimana perkembangan menunjukkan pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Oleh karena itu,kualitas perkembangan anak dimasa depannya,sangat ditentukan oleh stimulasi yang diperolehnya sejak dini. Pemberian stimulasi pendidikan adalah hal sangat penting,sebab 80% pertumbuhan otak berkembang pada anak sejak usia dini. Kemudian,elastisitas perkembangan otak anak usia dini lebih besar pada usia lahir sehingga sebelum 8 tahun kehidupannya,20% sisanya ditentukan selama sisa kehidupannya setelah masa anak-anak. Bentuk stimulasi yang diberikan harusnya dengan cara yang tepat sesuai cara anak berfikir. Kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai cara berpikir untuk menyelesaikan berbagai masalah dapat dipergunaka. Sebagai tolak ukur pertumbuhan kecerdasan. Pandangan aliran tingkah laku (Behaviorisme) berpendapat bahwa pertumbuhan kecerdasan melalui terhimpun ya informasi yang semakin bertambah. Sedangkan aliran (interactionist atau Depelopmentaris) berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari interaksi anak dengan lingkungan anak. Perkembangan kognitif dinyatakan dengan pertumbuhan kemampuan merancang,mengingat dan mencari menyelesaikan masalah yang dihadapi,memandang anak sebagai persiapan aktif didalam proses ketimbang sebagai resipian aktif perkembangan biologisnya,maksudnya,yakin bahwa anak harus dipandang seperti seorang ilmuwan yang sedang mencari jawaban yang melakukan eksperimen terhadap dunia untuk melihat apa yang terjadi,jadi,perkembangan kognitif merupakan aspek yang sangat berarti. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang menandai sesorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Dalam memberikan stimulasi untuk pengembangan aspek kognitif tersebut,tentulah pemahaman akan metode pengembangan yang berkaitan dengan hal itu sangat diperlukan. Kehadiran buku ini akan mengupas berbagai hal berkaitan dengan konsep dari teori serta metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kognitif dalam anak usia dini,guna memberikan kemudahan bagi para pendidik atau orang tua agar dapat memahami pemahaman mengenai hakikat kognitif,dan bagaimana perkembangan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh anak pada tiap tingkatan perkembangannya. Sehingga pendidik atau orang tua dapat mengantisipasi masalah-masalah yang timbul pada tiap perkembangan. Sehingga pendidik atau orang tua dapat mengantisipasi masalah-masalah yang timbul pada tiap tingkatan perkembangannya. Sehingga pendidik atau orang tua dapat mengantisipasi masalah-masalah yang timbul pada tiap perkembangan. Kemudian hal ini akan membantu anak untuk dapat mengoptimalkan perkembangan kognitifnya,sehingga akan mempengaruhi keberhasilannya dimasa depan. Periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga usia 2 tahun tersebut sebagai knfacy period. Dimana masa ini merupakan masa yang sangat bergantung kepada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi seperti bahasa,pemikiran simbolis,koordinasi sensorimotor,dan belajar sosial hanya sebagai permulaan. Banyak ahli juga yang menyebutkan masa bayi sebagai masa yang Fital,karena kondisi masa bayi merupakan pondasi pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan),yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Pada waktu anak dilahirkan,proses pembentukan otak anak sebelum selesai. Ada waktu seorang bayi baru saja lahir,ukuran tengkoraknya belum maksimum. Demikian juga pembentukan otaknya belum tumbuh sampai anak kira-kira berusia dua tahun.  Pada saat ini merupakan masa-masa pertumbuhan otak anak yang sangat utama,pada saat ini pula proses koneksi antar syaraf otak anak sedang berbentuk. Karena itu,pada saat ini pula terbuka kesempatan luas untuk membentuk pertumbuhan anak yang untuk menentukan kehidupannya dimasa mendatang.  Kebahagiaan anak dimasa mendatang sangatlah penting dipengerahi oleh apa yang diterima anak baik dari ayah dan ibunya maupun dari lingkungannya ketika awal kehidupannya. Pada saat anak usia dini nol sampai dua tahun,ratusan milyar neuronnya belum terhubung kedalam jaringan-jaringan otaknya. Oleh karena itu melalui stimulasi dari lingkungan,koneksi jaringan otak itu akan terbentuk dan semakin kuat. Ketika masih bayi,melalui interaksi keakraban dengan orang tuanya,dengan kerabat keluarganya dan dengan lingkungan-lingkungannya yang memberi kasih sayang kepada anak serta memperkenalkan kepada anak inilah dunia,pada saat itu sedang terbentuk jaringan koneksi neuron yang disebut synals. Apabila synapsynap ini dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan maka synaps-synaps itu akan melemah dan akhirnya menghilang dari otak anak. Sesuai kodratnya,seorang bayi menyenangkan bagi siapa saja terutama orang tuanya. Ketika orang tua memperhatikan,bayi itu sangat lucu dan menakjubkan. Bayi ternyata sudah mulai belajar membedakan suara orang,dan menentukan letak suatu benda secara kasar dari bunyinya. Bayi sudah bisa membedakan rasa manis,asam,pahit dan asin. Hal ini menunjukkan bahwa indera yang pertama kali fungsi dengan baik adalah pendengaran,kemudia diikuti Indra perasa dan indera peraba. Sedangkan indera penglihatan akan memerlukan waktu yang lebih lama lagi. Tetapi ia telah mampu memfokuskan mata pada suatu benda yang jaraknya kira-kira 20 cm (kurang lebih sama jaraknya mata seorang anak dan ibunya ketika menetek) dan tidak lama akan diikuti oleh kemampuan memperhatikan benda-benda yang bergerak. Neuron orang dewasa jumlahnya sangat besar. Namun pada saat bayi dilahirkan baru memiliki sekitar 100 miyar neuron.  Dari neuron sebanyak itu yang baru terjalin koneksi sekitar 50 triliyun. Pada bulan-bulan pertama dalam kehidupan seorang anak jaringan koneksinya harus tambah 20 kali lipat sehingga menjadi 1000 triliyun. Pertumbuhan pembentukan koneksi otak sebanyak itu harus didukung oleh energi yang cukup besar. Sebab itu,tidak mengherankan jika selama masih kanak-kanak otak mengkonsumsi energi dua kali lipat. Perkembangan otak dan syaraf anak terus berproses selama masa kanak-kanak. Pada saat itu syaraf-syaraf mulai beropasi secara terpenuh sampai berusia sekitar 11 atau 1 tahun. Setelah usia itu proses perkembangan otak masih terus terjadi walaupun tidak secepat saat usia anak-anak. Proses ini meliputi penyelaputan jalur-jalur syaraf otak dengan suatu zat isolator yang disebut mieli . Meilin mengisolasj syaraf-syaraf sehingga memungkinkan secepatnya pengiriman pesan-pesan yang dilewatkan syaraf tersebut sehingga memungkinkan secepatnya pengiriman pesan-pesan yang dilewatkan syaraf tersebut sehingga kinerjanya menjadi lebih baik. Proses-proses pembungkusan meili syaraf pendengaran ternyata telah berproses sejak bayi masih dalam kandungan. Karena itu indera pendengaran telah berfungsi dengan baik ketika bayi dilahirkan.proses mielenisasi syaraf tersebut berlangsung secara bergilir. Pada saat anak usia 4 hingga 8 bulan daerah indera penglihatan anak telah termielinisasi dengan baik. Karena itu anak akan mulai melihat seperti hal nya orang-orang dewasa

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x