Mohon tunggu...
Viola Wahyuni
Viola Wahyuni Mohon Tunggu... Kranji Paciran lamongan

Reading

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kembali Bersekolah di Masa Pandemi Covid-19

25 September 2020   18:59 Diperbarui: 26 September 2020   08:11 10 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kembali Bersekolah di Masa Pandemi Covid-19
20200926-081029709020-5f6e9518d541df3d4f348764.jpg

Di tahun 2020 Indonesia bahkan dunia mengalami kritis yang disebabkan adanya virus Corona atau covid-19. Virus ini menyebabkan beberapa negara menerapkan PSBB (pembatasan Sosial Bersekala besar). Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar sempat dihentikan,demi kebaikan semuanya. Sehingga para siswa siswi tidak bisa datang secara langsung disekolahan tersebut. Dan akhirnya melakukan belajar mengajar melalui daring.

Meskipun hal ini menyulitkan para siswa siswi karena tugas lebih banyak dari sebelum sebelumnya. Para pelajar mengalami tekanan dimana mana tentang adaptasi dengan belajar yang dilakukan secara daring tersebut. Dengan demikian juga memikirkan bagaimana untuk membeli kuota ditengah pandemi covid-19 ini.

Kepemilikan perangkat pendukung teknologi juga menjadi masalah tersendiri.  Bukan rahasia umum bahwa kesejahteraan guru masih sangat rendah,jadi jangankan untuk memenuhi hal tersebut,untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya saja masih banyak yang kesulitan.

Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari penggunaan jaringan internet. Tidak semua sekolah atau madrasah sudah terkoneksi ke internet,sehingga para guru gurunya pun dalam kesehariannya belum terbiasa memanfaatkannya. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringan yang tidak stabil karena letak geografis yang masih jauh dari jangkau dan sinyalnya.

Jaringan internet yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring menjadi masalah tersendiri bagi guru dan siswa. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi menjolak dan banyak diantara guru juga orang tua siswa tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.

Pembelajaran daring harus menjadi penyadaran bagi guru bahwa peran mereka saat ini sebagai guru yang hanya menstransfef pengetahuan atau materi lewat sosial media tersebut. Media untuk mendapatkan ilmu pengetahuan saat ini sudah sangat banyak,tidak tergantung pada guru saja. Dengan menggunakan internet manusja bisa mengetahui sesuatu diinginkan dengan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu.

Dampak covid-19 memberikan pengalaman berharga. Betapa peran sekolah atau madrasah yang selama ini sebagai sentral pendidikan seolah tidak berarti. Program program pendidikan yang dilaksanakan sekolah atau madrasah yang dulu di anggap sangat penting lainnya yang sudah bisa dilakukan disekolah atau madrasah.

Kegiatan kegiatan tersebut kini diganti dengan aktivitas yang harus dilakukan secara langsung diantara mereka.

Selain itu dampak lain dirasakan oleh peserta didik dari belajar dari rumah adalah beban pelajaran terlalu banyak. Pada saat yang sama peserta didik dituntut untuk dapat mencermati dan mempelajari materi pelajaran sendiri dengan cepat. walaupun diberikan ruang bertanya kepada guru melalui pesan WhatsApp itu dirasakan tidak cukup waktu. Dan paling mudah diamati oleh orang tua para siswa dan siswi. Belajar mengajar dari rumah juga membuat para siswa dan siswi menjadi gampang bosan,karena tidak bisa berinteraksi langsung dengan para guru dan teman temannya.

Karena itu,dengan belajar dari rumah,orang tua dituntut untuk memaksimalkan perannya dalam mendampingi putra putrinya. Terutama jika mereka masih usia pra sekolah dan sekolah dasar.

Tak jarang ditemukan orang tua memberikan pendamping belajar kepada putra putrinya dengan cara keras,mengancam,memaksakan kehendak,atau bahkan dengan memukul jika anaknya tidak nurut. Jika hal ini terjadi setiap hari maka ini akan menjadi penakut,pemalu,pendendam,gemar melanggar aturan,dan kurang memiliki inisiatif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x