Bahasa

Sudah Benarkah Penggunaan Kata ''Seronok'' di Masyarakat?

12 Juli 2018   00:26 Diperbarui: 12 Juli 2018   00:41 246 0 0
Sudah Benarkah Penggunaan Kata ''Seronok'' di Masyarakat?
dokpri

Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Beragamnya suku bangsa di Indonesia yang membuat masyarakat lebih sering menggunakan bahasa daerahnya masing-masing dan sedikit masyarakat yang menggunkan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Masyarakat seolah mengabaikan bahasa Indonesia karena mereka menganggap sudah mampu menggunkan bahasa Indonesia. Hal itu yang membuat kesalah pahaman dalam berbahasa Indonesia.

Berterima tidaknya sebuah kalimat bukan hanya masalah gramatikal, tetapi juga masalah semantik. Berikut salah satu contoh masalah semantik dalam bahasa Indonesia yang seringkali dianggap benar oleh sebagian masyarakat.

Kata seronok sudah bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kata  seronok tidak hanya diucapkan oleh publik figur atau para aparat negara, melainkan kata seronok sudah mulai digunakan oleh masyarakat umum lainya. Hal itu disebabkan karena kata seronok sering kita jumpai di media masa nasional. Berikut ini sebuah artikel yang mencantumkan kata seronok pada media masa.

https://tangerangonline.id/2017/01/10/biduan-pakaian-seronok-marak-kapolresta-tangerang-gerah/

pada kata seronok, masyarakat seringkali di padankan atau diartikan  tidak patut, tidak sopan, pakaian yang terbuka atau seksiContohnya saja pada artikel di atas yang menggambarkan pakaian seronok, pakaian yang kerap mengundang keluhan dari masyarakat. Tidak hanya  itu ada sebuah kalimat yang menyatakan  "Kalau kamu pakai baju tidak boleh seronok

lalu, benarkah? Maksud  kata seronok seperti yang dipaparkan diatas

Pada kenyataannya, awal mula seronok merupakan kata dari bahasa Melayu. dan dalam "bahasa Melayu" sendiri, seronok diartikan dengan "sedap dipandang" atau "cantik".

Lalu bagimana dengan Bahasa Indonesia sendiri ?

Seronok menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  Edisi V adalah kata sifat adjektiva (a) yang artinya menyenangkan hati; sedap dilihat (didengar dan sebagainya): dalam dunia keronggengan suara kedua presiden itu sama-sama --dan menarik hati.

kata turunan: keseronokan;menyeronokan

Seronok:  ke.se.ro.nok.an  (n) perihal (yang bersifat) seronok

Seronok: me.nye.ro.nok.an (v) menimbulkan rasa seronok

Jadi padanan kata seronok lebih tepat apabila dipadankan dengan kata pakaian yang sedap dilihat bukan pakaian seksi atau tidak sedap dilihat. Pada dasar nya kata 'seronok' memang mempunyai  pola fonetik yang dekat dengan kata 'senonoh'.

Kata senonoh pada KBBI : kata sifat adjektiva (a) patut, sopan

Kata turunan: ketidaksenonohan                    

Ke.ti.dak.se.no.noh.an (n) keadaan "tidak senonoh"

Lalu bagaimana dengan arti "tidak senonoh" ?

"tidak senonoh" sendiri dalam KBBI artinya (1) tidak patut atau tidak sopan tentang perkataan, perbuatan dan sebaginya. (2)  tidak menentu atau tidak manis dipandang pakaian dan sebaginya.

Hal ini yang menyebabkan kesalahan pengunaan kata seronok di masyarakat, sebaiknya kata  tidak senonoh lebih tepat digunakan pada  judul artikel di media masa tersebut  "biduan panggung masih marak menggunakan pakaian yang tidak senonoh saat bernyanyi atau mentas" bukan lagi kata seronok yang ditulis tetapi  kata "tidak senonoh " yang ditulis agar menjadi kalimat berterima dan cocok dengan kesesuaian semantik.  Jadi jika ada kalimat yang menyatakan "Kalau kamu pakai baju tidak boleh seronok", sama saja menyuruh seseorang untuk tidak boleh berpakaian yang sedap dilihat (tidak menarik hati). Untuk itu, masyarakat tidak boleh lagi salah menempatkan penggunaan kata "seronok".