Mohon tunggu...
Vinka Kristy Andriani
Vinka Kristy Andriani Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik'18

menulis adalah hobiku.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"The Proposal", Pernikahan yang Tidak Direncanakan

16 September 2020   20:00 Diperbarui: 17 September 2020   23:00 124 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"The Proposal", Pernikahan yang Tidak Direncanakan
Sumber: movies.allwomenstalk.com

Jika berbicara mengenai film, apakah kalian menyukai film yang bertemakan pernikahan? 

Mungkin kalian berpikir bahwa film pernikahan itu sangat membosankan. Namun, film pernikahan itu tidak membosankan, loh! Film yang bertemakan pernikahan itu juga memiliki berbagai macam genre didalamnya, yaitu melodrama, roman-komedi, dan lainnya.

Sebenarnya film mengenai pernikahan itu sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan kita. Kita dapat mengetahui berbagai macam wawasan mengenai ideologi, peran laki-laki dan perempuan dilihat dari budaya, dan lainnya (Coztano, 2014).

Film yang bertemakan pernikahan ini tidak hanya membahas mengenai pernikahannya saja, namun juga dibalut dengan roman-komedi yang dapat membuat kita tertarik untuk menontonnya. Selain itu, adanya perbedaan budaya dan kelas sosial juga menjadi salah satu daya tarik dalam film tersebut. 

Sumber: eonline.com
Sumber: eonline.com

Salah satu film yang bertemakan pernikahan ialah The Proposal (2009) yang berkisah tentang seorang bos pemaksa yang memaksa asistennya untuk menikahinya agar status visanya tidak ditarik oleh pihak imigrasi. Ia sangat takut untuk di deportasi kembali ke Kanada karena takut akan karirnya yang akan hancur apabila ia kembali ke Kanada.

Margaret Tate merupakan seorang pemimpin redaksi di Ruick & Hunt yang dibenci oleh rekan kerjanya karena ia adalah seorang wanita yang tidak segan untuk menindas para pria di kantor apabila bekerja tidak sesuai dengan harapannya. Hanya Andrew Paxton yang dapat bertahan sebagai asistennya selama tiga tahun.

Pada suatu ketika, visa yang dimiliki oleh Margaret tidak diterima oleh pihak imigrasi dan ia terpaksa harus di deportasi kembali ke Kanada. Ia tidak ingin meninggalkan segala karirnya yang sudah ia bangun bertahun-tahun, sehingga ia memutuskan untuk menikahi asistennya, Andrew.

Suatu ketika, Margaret bersama dengan Andrew pergi mengunjungi keluarga Andrew di Sitka, Alaska, untuk merayakan ulang tahun nenek Andrew yang ke sembilan puluh tahun. Mereka disambut dengan hangat oleh keluarga Andrew. Selama berada disana, mereka diminta untuk segera melakukan pernikahan di Gudang mereka, yaitu sebuah tradisi keluarga Paxton.

Tradisi yang dimiliki oleh keluarga Paxton tersebut sangatlah unik. Sebelum melakukan pernikahan, nenek Andrew melakukan suatu tradisi yaitu melakukan persembahan dengan dewi bumi. Hal tersebut dilakukan sebagai ucapan rasa syukur kepada dewi bumi karena telah mempertemukan Maragaret dan Andrew. 

Selain itu, nenek Andrew berharap agar Margaret dapat segera mengandung. Margaret yang berasal dari Kanada begitu kaget dengan tradisi yang dimiliki oleh keluarga Paxton. Namun demikian, ia tetap mengikuti tradisi tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x