Mohon tunggu...
Vincentia Natalie
Vincentia Natalie Mohon Tunggu... Dokter - COLLEGE

Vita Dolce

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Hewan Digunakan untuk Uji Coba Obat Penyakit Terkutuk Ini?

23 Agustus 2019   12:48 Diperbarui: 25 Agustus 2019   14:02 352
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

HIV(human immunodeficiency virus) ialah virus yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan sel CD4. Bagian dari sistem imun yang melawan infeksi sendiri adalah sel CD4. Akibatnya jika banyaknya sel CD4 ini menurun maka sistem imun tidak akan cukup kuat untuk melawan infeksi yang ada. Dan AIDS sendiri adalah singkatan dari (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang berarti tahapan akhir dari infeksi virus HIV jangka waktu yang panjang atau lebih tepatnya adalah penyakit yang ditimbulkan oleh virus HIV.

Virus HIV ini sendiri hidup dalam cairan seperti cairan vagina,darah,air mani dan bisa ditularkan dalam berbagai model cara seperti jarum suntik yang dipakai berulang kali, hubungan seks bebas,dan banyak lainnya. Obat untuk mencegah penularan atau perkembangan virus ini masih belum ditemukan dan para peneliti selalu melakukan berbagai macam cara dari dahulu untuk menemukan obat dari penyakit ini.

Pada 2009 uji coba vaksin kepada simpanse atau sejenis monyet mulai dilakukan dan hasilnya cukup baik karena mengurangi hampir 80% kemungkinan hewan tersebut akan tertular dan menurut para ahli virus dalam darah simpanse yang diberi vaksin lebih sedikit dari pada simpanse yang tidak di vaksin(Michael,2009),walaupun pada akhirnya semua hewan monyet akan tertular.

Sebuah vaksin yang diujicobakan di antara 16.000 relawan Thailand pada tahun 2009 menurunkan tingkat infeksi manusia sebesar 31 persen. Tetapi efek itu dianggap terlalu rendah untuk obat yang akan digunakan secara luas. Profesor Barouch mengatakan meskipun vaksin 'mosaik' telah memicu tanggapan anti-HIV yang menjanjikan pada manusia,tidak ada jaminan itu akan cukup untuk mencegah infeksi HIV.

Tetapi berdasarkan judul tulisan ini apa hubungan HIV ini dengan simpanse atau primata, karena mungkin tidak banyak orang yang tahu tentang salah satu virus ini yaitu SIV yang merupakan singkatan dari Simian immunodeficiency virus yang memiliki pengartian sebuah retrovirus yang ditemukan pada primata,apa itu retrovirus? Retrovirus adalah sebuah virus yang terdiri dari satu benang tunggal RNA.

Dan biasanya setelah menginfeksi sebuah sel,virus ini akan membentuk replika DNA dari RNA-nya dengan memakai enzim reverse transcriptase.

Dan biasanya virus ini terdapat pada kera-kera kecil,gorila,dan simpanse yang ada di Afrika, serta pongo atau yang biasa kita sebut orang utan yang ada di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra.

Pada 1985 SIV ini pertama kali ditemukan. Dan yang akan saya bahas apakah penguji coba obat HIV untuk manusia perlu dilakukan atau ditestkan ke simpanse terlebih dahulu. Dalam hal ini SIV dianggap penyebab adanya HIV sehingga kita akan membahas HIV yang lebih dikenal dalam masyarakat.

Menurut pendapat saya,saya kurang setuju dengan pemakaian simpanse sebagai bahan uji coba obat HIV walaupun memang hal ini didukung dengan beberapa hal yaitu kemiripan struktur tubuh simpanse dan manusia yang pertama ada dari DNA hal ini sering mengatakan bahwa manusia dan simpanse berbagi 99% DNA yang sama. Dan juga simpanse ini sendiri mempunyai 48 kromosom, dan manusia mempunyai 46 yang hanya berselisih 2.

Diperkirakan karena ini adalah nenek moyang manusia, dua pasang kromosom yang ada ini bersatu menjadi satu pasangan. Dan yang cukup menarik adalah, manusia memiliki beberapa variasi genetik,yang mengapa kawin dengan orang yang sedarah dapat menyebabkan masalah genetik. Bahkan dua manusia yang benar-benar tidak memiliki hubungan biasanya secara genetik lebih mirip simpanse dari pasangan bersaudara.

Dari segala kemungkinan ini menurut saya penggunaan hewan contohnya simpanse ini tidak cukup baik banyak hal-hal yang merugikan karena, Profesor Barouch dan rekan-rekannya menguji bermacam-macam kombinasi vaksin mosaik pada orang yang sehat di Afrika, Thailand dan Amerika Serikat pada 2015. Pada  kombinasi vaksin ditemukan aman lalu menghasilkan tanggapan kekebalan anti-HIV.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun