Mohon tunggu...
Vilya Lakstian
Vilya Lakstian Mohon Tunggu...

Penulis adalah Dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Surakarta, Akademi Bahasa Asing Harapan Bangsa, dan International Hospitality Center. Selain mengajar mahasiswa, dia juga mengajar untuk staff hotel, pelayaran, dan pramugari. Penulis adalah lulusan Pascasarjana Prodi Linguistik Deskriptif di Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Sarjana Sastra Inggris konsentrasi Linguistik di IAIN Surakarta. Penulis aktif dalam penelitian dan kajian sosial. Penulis juga sering menulis untuk media massa, dan penelitian untuk jurnal. Dalam berbagai kajian bahasa yang telah dilakukannya, linguistik sistemik fungsional menjadi topik yang sering dibahas dan dikembangkan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Setelah Libur Panjang, Bagaimana Kita Siap Menghadapi Rutinitas Lagi?

4 Januari 2015   04:12 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:52 0 0 0 Mohon Tunggu...

Beberapa hari ini adalah momen yang special. Kita telah mengalami perpindahan, yaitu membuka awal tahun yang baru. Bagi anak-anak, mereka merasakan nikmatnya liburan sekolah. Adanya beberapa musibah mengingatkan kembali tentang pentingnya selalu dekat dengan Sang Pencipta. Senin depan, semua telah beraktifitas seperti biasa. Anak-anak ke sekolah dan orang tua kembali bekerja. Beberapa dari kita mungkin cemas karena dihadapkan pada rutinitas lagi. Lalu, bagaiman menghadapinya? . Tunjukkan Semangatmu Langkah yang sebaiknya dilakukan pertama adalah fokus pada diri. Apabila diri kita dalam kondisi yang baik, dunia akan terasa menyenangkan. Cara untuk memotivasi diri adalah dengan menciptakan tampilan tubuh ini dapat memotivasi. Ingham (2006: 20) mengatakan bahwa mngubah fisiologi berguna untuk mengubah keadaan. Menurutnya, orang depresi terlihat lunglai, nafas pelan, menunduk, dan tidak senyum. Oleh karena itu, kita harus memciptakan diri yang termotivasi, yaitu dengan menunjukkan postur yang tegap, energik, fokus, dan senyum. Selain fisiologi, mental juga perlu dimotivasi. Hal ini berkaitan dengan proses berpikir individu. Terdapat dua hal, yaitu self talk (berbicara pada diri) dan gambaran mental yang terbentuk konstan dalam benak anda (Ingham, 2006: 21). Seluruh aspek ini sebaiknya seimbang dengan memberi energy-energi positif secara fisik dan mental. Secara individu, anda telah menciptakan kepribadian yang siap dan mantap. . Tumbuh dan Belajar Kita, dalam perjalanan hidup ini, sebetulnya sedang dalm proses bertumbuh dan belajar. Akhir-akhir ini adalah musim hujan. Lihatlah air dari tetesan hujan itu. Coba maknai momen ini. Mereka membantu tunbuhan yang ditetesinya tumbuh subur. Tumbuhan itu juga sebetulnya sedang belajar. Ya, belajar untuk tumbuh, menyesuaikan sekitarnya dan mempercantik kebun kita. Tumbuh dan belajar ini adalah pengalaman yang sehat dan normal karena perlu proses yang kadang menyakitkan, lamban, bahkan mengerikan (Swindoll, 1987: 13). . Tetap Tenang Oei (1986) dengan tulisan-tulisan konfusius-nya, memberi saya banyak pelajaran. Pribadi-pribadi di Bumi harus punya sikap tenang. Ketenangan menghasilkan ketentraman, lalu tercipta hidup sentosa. Kembalilah beraktifitas dengan penuh semangat. Jangan terpengaruh dengan keadaan atau orang lain. Tetap tenang dan pikirkan kebijaksanaan. Konfusius (dalam Oei, 1086: 38)perah berkata “Mungkin ada orang yang sesungguhnya tidak mengerti, tapi ingin ikut-ikut melakukan, aku tidak akan berbuat seperti itu”. Ketenangan adalah representasi dari pengawasan diri, yaitu berhati-hati dalam berusaha mencapai kebajikan, tenggang diri, dan menghargai rencana jangka panjang (Oei, 1986: 39). Aktivitas menuntut ilmu dan bekerja adalah tindakan-tindakan yang baik. Keduanya dibutuhkan agar kita tetap hidup sebagai manusia dengan visi dan misi. Selamat bekerja!