Mohon tunggu...
Vika Octavia
Vika Octavia Mohon Tunggu... -

blogger, writer, founder Kamadigital.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Jakarta Menyongsong Asian Games 2018

8 Juli 2018   00:04 Diperbarui: 8 Juli 2018   00:52 891
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : Kamadigital.Com

Setelah eforia World Cup 2018, sekitar empat miliar mata penduduk Asia akan tertuju ke Indonesia. Jakarta dan Palembang akan disorot habis-habisan sebagai penyelenggara Asian Games 2018. Persiapan intensif sebagai Tuan Rumah telah dilakukan Indonesia sejak dua tahun terakhir. Kini, di hampir seluruh penjuru Ibukota kita sudah melihat eforia pesta olahraga terbesar di benua Asia ini.

Tentu saja ini merupakan pekerjaan besar yang menjadi pertaruhan nama bangsa. Hampir seluruh Lembaga dan Kementerian Negara terlibat bahu membahu menciptakan kesuksesan Games 2018. Beberapa waktu lalu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, ada beberapa sukses yang ingin dicapai di perhelata akbar ini, pertama sukses penyelenggaraan, kedua sukses ekonomi, ketiga sukses prestasi dan keempat, sukses administrasi.

Sukses Penyelanggaraan artinya; Asian Games 2018 berjalan dengan lancar, dari semua sisi, seperti venue, pelaksanaan pertandingan, infrastruktur pendukung hingga transportasi yang akan berpengaruh signifikan pada mobilisasi atlet dan seluruh crew. Sedangkan sukses ekonomi; diharapkan ajang internasional ini memiliki multiplier effect bagi ekonomi Indonesia.

Pariwisata  ikut terekspos, pemasukan dari tiket penonton, terbantunya usaha-usaha kecil dan menengah, naiknya okupansi bisnis bisnis hotel dan kuliner hingga penjualan merchandise. Sementara sukses prestasi, tentu saja kita wajib mendukung atlet-atlet nasional yang berlaga untuk membawa pulang medali. Terakhir, sukses administrasi, artinya semua kegiatan pada Asian Games, akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Semua tentu tidak menghendaki adanya penyimpangan-penyimpangan yang berujung bertambahnya pekerjaan KPK.

Nah, untuk mendukung kesuksesan itu, bagaimana sih kesiapan Jakarta sebagai lokasi utama? Banyak pastinya!. Bukan hanya mempercantik diri, menyiapkan venue pertandingan, memastikan fasilitas untuk para atlet terkendali dan tidak kalang paling penting adalah pengaturan kondisi lalu lintas agar perjalanan atlet menjadi lancar, nyaman, aman dan tepat waktu menjalani pertandingan.

Lalu, kenapa sih lalu lintas perlu pengaturan khusus? Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Jakata meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah. Namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang tentu saja berpengaruh terhadap arus lalu lintas. 

Kedua, ada standar internasional yang harus dipenuhi oleh penyelenggara terkait waktu dari hotel/penginapan atlet ke venue pertandiangan, yaitu maksimal 30 menit. Kebayang dong kalau gak diatur, cukup nggak kira-kira waktunya bagi atlet yang menginap di Senayan dan harus berlaga di Padepokan Pencak Silat Taman Mini atau Stadion Pekansari Cibinong?

Oleh karena itulah, Kementerian Perhubungan melalui BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) meluncurkan tiga paket kebijakan transportasi untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Asian Games. Ketiga paket kebijakan yang mulai diujicobakan per tanggal 2 Juli 2018; adalah Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), Penyediaan Angkutan Umum serta kebijakan Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang (golongan III, IV, dan V).

Jangan kaget, kalau mulai Juli ini, skema ganji genap akan diperluas dan dengan durasi yang lebih panjang termasuk sabtu minggu. Secara tidak langsung, kebijakan ini juga mendorong masyarakat umum menggunakan fasilitas transportasi umum. Jangan khawatir, ratusan armada bus telah dipersiapkan bagi masyarakat umum dan wisatawan mancanegara.

Mobil-mobil besar atau truck yang semula dibatasi jam-jam operasionalnya di tol-tol tertentu, kini juga diperluas ke jalur-jalur tol lain.

Ya, benar sebagai penduduk Jakarta dan sekitarnya, selama Asian Games 2018 kita memang harus "berkorban". Mereka yang terbiasa nyaman dengan kendaraan pribadi, harus berpindah ke kendaraan umum. Yang terbiasa menggunakan jalur-jalur tertentu terpaksa harus mencari jalur lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun