Mohon tunggu...
Vian Juanda
Vian Juanda Mohon Tunggu... Guru - Tulisan ringan hingga berbobot ada di sini

Penulis adalah alumni Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Lahir dan tinggal di Pulau Buru Maluku.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Panggung Ketenaran Para Bedebah

6 September 2021   11:01 Diperbarui: 6 September 2021   11:17 50 4 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Panggung Ketenaran Para Bedebah
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Siapa yang tidak kenal dengan S*ip*l Jam*l? Seorang pelaku kekerasan sek**al yang saat ini tengah hangat diperbincangkan.

Ia dengan gagahnya keluar dari penjara, disambut bak pahlawan, bahkan diberi panggung ketenaran oleh media (tidak perlu disebut stasiun TV-nya). Ia bahkan dengan percaya diri tampil dan menceritakan kisah pilu-nya selama di penjara, dan media bobrok dengan senang mengundangnya.

Ini bukan yang pertama kalinya, bukan hanya S*ip*l Jam*l yang diberi panggung ketenaran. Mari kita menilik kembali para bedebah sebelum S*ip*l Jam*l, mereka juga mendapat ketenaran usai masuk jeruji besi. Tetap berkarya, tetap diagungkan oleh penggemar gilanya, dan bahkan memiliki wajah tembok (cengar-cengir) tampil diberbagai media.

Bobroknya media yang selalu memberikan panggung ketenaran bagi para bedebah sudahlah menjadi tradisi, siklusnya selalu seperti itu. Misal dia sebelumnya artis, penyanyi, masuk penjara, media yang meliput kejadian itu. Saat bedebah keluar penjara, media juga memberikan panggung ketenaran. Tidak terlihat keren sama sekali, lebih tepatnya tidak berkualitas.

Hal ini sangatlah tidak lumrah, dan justru akan memberikan dampak terhadap paradigma masyarakat dan para pelaku kejahatan lainnya. 

Para pelaku kejahatan akan semakin berani melakukan aksinya, toh sudah dicontohkan oleh para tauladan (para bedebah) bahwa melakukan kejahatan justru akan mendapat apresiasi dari media. 

Yang paling mengkhawatirkan adalah apabila masyarakat sampai beranggapan bahwa kejahatan adalah hal yang wajar, melecehkan orang lain adalah wajar, mengkonsumsi narkoba wajar, tidak ada sanksi sosialnya, justru semakin harum namanya (disemprot oleh parfum ajaib bin sakti dari media bobrok).

 Ayolah para media, jangan hanya mementingkan atau mengejar viral tapi tidak berkualitas, berebut memberi panggung pada para bedebah, benar-benar bobrok.

Sudah sepantasnya media yang dilihat oleh jutaan orang memberikan tayangan yang berkualitas, bukan justru mengejar viral yang bobrok. Mengundang para bedebah, menceritakan kisah pilu mereka di penjara, itu benar-benar tidak penting.

Semakin media mengapresiasi para bedebah dengan memberi mereka panggung ketenaran, semakin berani pula pelaku kejahatan beraksi. Jadi sudahilah saja, dan gantilah pengisi panggung ketenaran dengan orang-orang yang mengharumkan nama Indonesia, jika memang tidak bisa mengganti pengisi panggung, robohkan saja panggung ketenaran yang diisi oleh para bedebah. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan