Mohon tunggu...
Via maria
Via maria Mohon Tunggu... Mahasiswa

Berani bermimpi tinggi, dan menggapai semua mimpi dengan optimis

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Dengan Semangat Kaum Muda, Indonesia Menang di Pasar Bebas

3 Juni 2020   12:55 Diperbarui: 3 Juni 2020   12:53 6 0 0 Mohon Tunggu...

Optimis Kaum Muda, Indonesia Bangkit dari Corona
Zaman telah membawa manusia beropolusi dan menciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat memudahkan bagi kehidupan manusia, di era globalisasi yang sudah lama kita dengar tentunya menjadikan sebuah peluang besar bagi pelaku ekonomi baik mengembangkan bisnis yang sudah ada maupun menciptakan bisnis yang baru dengan memanfaatkan berkembangan zaman. Tahun 2020 kita telah memasuki era pasar bebas dengan artian usaha-usaha diberbagai sektor dalam negeri bisa melambungkan kegiatan bisnisnya sampai ke manca negara bahkan dunia, kegiatan ekspor inpor ini telah menyumbang besar pendapatan negara.

Pada tahun 2019 Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, volume ekspor nasional secara kumulatif meningkat 7,57 persen dari Januari-September 2018 sebanyak 448,2 juta ton menjadi 482,1 juta ton pada periode yang sama di tahun ini. Lonjakan tersebut, ditopang oleh peningkatan volume ekspor nonmigas sebesar 9,9 persen atau 462 juta ton hingga kuartal III-2019.

Adapun 10 produk yang berperan besar terhadap capaian nilai ekspor nonmigas sampai triwulan III-2019, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; mesin/peralatan listrik; kendaraan dan bagiannya; besi dan baja; serta perhiasan/permata; Selanjutnya, karet dan barang dari karet; pakaian jadi bukan rajutan; bijih, kerak, dan abu logam; berbagai makanan olahan; serta kapal laut. Ke-10 golongan barang tersebut, memberikan kontribusi sebesar 40,51 persen terhadap total ekspor nonmigas.Sementara itu, pada Januari-September 2019, neraca perdagangan yang positif dari sektor industri manufaktur, di antaranya adalah industri makanan senilai USD11,8 juta, industri pakaian jadi (USD5,6 juta), industri kertas dan barang dari kertas (USD3 juta),

Berikutnya, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (USD2,4 juta), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (USD2,3 juta), industri karet, barang dari karet dan plastik (USD2,2 juta), industri furnitur (USD970 ribu), industri pengolahan tembakau (USD424 ribu), serta industri pengolahan lainnya (USD1,5 juta).

Terlepas dari itu semua pada tahun 2020 ini kita dihadapkan dengan adanya covid 19 yang mengikabtkan anjloknya pendapatan negara yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi indonesia, meskipun begitu perlahan-lahan kita pasti bisa mengatasi ini semua perekonomian berangsur-angsur akan segera membaik tentunya dengan adanya rasa optimis dari semua masyarakat dan pelaku ekonomi kita mampu untuk bangkit, dan hal ini menjadi semangat baru untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.

Tidak diragukan lagi sumber daya alam indonesia yang begitu luas dan melimpah menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Umkm menjadi peranan penting dalam sektor ekonomi. Industri kreatif indonesia dan kerajinan tangan lainnya yang dikenal di manca negara menjadi peluang tersendiri bagi kita indonesia untuk ikut bersaing bahkan menjadi pemenang dalam pasar bebas di era sekarang.

Dari data kita bisa lihat bahwa industri kreatif itu hadir dan diciptakan oleh anak-anak muda yang memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, tentunya ini merupakan jembatan bagi kita untuk terus melihat kedepan keberhasilan-keberhasilan lain yang akan diraih oleh anak muda bangsa indoesia lainnya, sikaf optimis harus tertanam di jiwa khalayak muda karena mereka yang akan menentukan nasib indonesia 20 tahun kedepan.

VIDEO PILIHAN