Mohon tunggu...
Vera Syukriana
Vera Syukriana Mohon Tunggu... Guru - guru

meyakini dan mensyukuri adalah awal kesuksesan

Selanjutnya

Tutup

Novel

My Mom is Super Tough

28 Juni 2021   06:54 Diperbarui: 28 Juni 2021   13:52 52 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
My Mom is Super Tough
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende


Bab 1. Kelahiran Mama

Oleh : Vera Syukriana, S.Pd

Hari yang sangat panjang dalam tiga tahun penantian. Kehidupan rumah tangga yang penuh tantangan dan perlu kesabaran yang tinggi. Apalagi posisi nenek sebagai istri ketiga.


Tahun 50-an, tahun di mana para lelaki memiliki banyak istri. Terutama bagi seorang Datuak (Pemimpin suku di Minangkabau). Mereka mudah menambah istri tapi berbeda dengan lelaki zaman sekarang.


Meskipun kakek punya banyak istri, dia tidak pernah membuat istri-istrinya saling bermusuhan. Anak-anak mereka walaupun berbeda ibu saling mengenal dan merasakan persaudaraan yang erat. Kakek sering membawa para istri bertemu dalam setiap acara keluarga. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


Selain Datuak, kakek juga seorang ustad dan seorang imam mesjid. Dia memiliki banyak ilmu dan suka membaca. Buku-buku bertema ajaran islam sangat banyak. Dia orang yang pintar dan bijaksana serta adil terhadap keluarga dan keponakannya.
Istri pertama dan kedua sudah memiliki anak. Saat itu istri pertamanya mempunyai satu orang anak perempuan saja dan istri kedua memiliki sepasang anak. Sedangkan nenek, belum memiliki anak seorang pun.


Ini hal yang sangat menakutkan dan tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi dirasakan nenek. Alhamdulillah, penantian berbuah manis. 8 Desember 1954 lahirlah seorang putri jelita bernamakan Ruaida anak dari Kakek Zainudin dan Nenek Raisah.


Hadirnya mewarnai kehidupan keluarga yang sunyi selama tiga tahun penantian. Kelahiran mama menambah kebahagian orang tuanya terutama nenek. 

Saking bahagianya, nenek mengatakan "kehadiran mama lebih berharga dari pada diberi hadiah tiga rupiah emas oleh kakek."

Ruaida artinya sementara waktu. Kakek dan nenek memberikan nama ini agar mereka menyadari kalau anak ini titipan yang dimiliki hanya sementara dan suatu saat akan kembali kepada Allah SWT.
Mereka takut terbuai dengan hadiah yang diberikan Allah SWT. Bagi mereka untuk mendapatkan anak pertama, sesuatu hal yang sulit. Mereka harus berjuang melawan kesabaran, berusaha, berdoa, dan berikhtiar kepada Allah SWT.


Salah satu bentuk ikhtiar mereka yaitu dengan melakukan pengobatan. Mereka harus berobat dengan dokter asal Jerman yang bekerja di Padang Panjang. Dokter ini dipanggil dengan sebutan Dokter Jerman.  
Saat itu umur nenek sudah cukup tua. 45 tahun adalah umur dimana wanita sulit tuk mendapatkan keturunan dan resiko melahirkan pun sangat tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN