Mohon tunggu...
Vera Syukriana
Vera Syukriana Mohon Tunggu... guru

meyakini dan mensyukuri adalah awal kesuksesan

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Ramadhan bersama Umar (Part 2:H-2 Pulang ke Kampung Nenek)

14 April 2021   11:53 Diperbarui: 14 April 2021   14:37 195 4 1 Mohon Tunggu...

Oleh : Vera Syukriana, S. Pd

Umar sangat bahagia sudah bertemu dengan bako. Keinginannya untuk tidur di sana sudah kesampaian meskipun hanya semalam. Dari rumah bako menuju rumah nenek kami melihat indahnya Danau Singkarak. Pagi yang sangat sejuk dengan pemandangan yang begitu memuaskan mata memandang.

Tapi sayang, sekarang Danau sudah mulai kotor, para pengunjung banyak tidak mengindahkan kebersihan. Mereka hanya menikmati keindahan danau tanpa menghiraukan kebersihan. Dengan mudahnya mereka membuang sampai ke danau. Tidak hanaya pengunjung, para penghuni yang tinggal di spinggiran danau ikut mengotorkan. Padahal mereka yang akan menikmati indahnya danau apabila bersih.

Saat sekarang ini, kesadaran mencintai lingkungan sangatlah rendah bagi semua orang. Mereka hanya tau kenikmatan sesaat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika sampah nanti semakin banyak. Apabila sampah sudah banyak maka keindahan danau akan berkurang, tingkat keasaman air danau pun meningkat sehingga memicu tumbuhnya tumbuhan di danau yang merusak pandangan kita.

Diperjalan, Umar marah-marah. Dia melihat ada mobil avanza yang sopirnya dengan mudah melempar botol aqua ke jalan.

"Astagfirullah, jahat sekali tu orang. Mobil bagus tapi mau saja buang sampah sembarangan. Sungguh terlalu", kata Umar dengan wajah kesal.

Abi menanggapi pernyataan Umar dengan meminta Umar tidak meniru perbuatan salah itu karena hal ini sangat berbahaya. Bisa menyebabkan oran yang berkendaraan motor tertimpa sampah dan kecelakaan. Dan bisa mencemari lingkungan. Karena tidak ada yang akan membersihkan jalan setiap saat, apalagi daerah kabupaten yang kurang memiliki petugas kebersihan. Hanya masyarakat sekita yang dapat memnjaga kebersihan lingkungan. Seandainya masyarakat tidak peduli kebersihan, maka kotorlah jalanan ini.

Umar mengangguk seperti orang paham. Ternyata...bukan mengangguk paham tapi Umar tertidur.Hehehe...

Dua jam perjalanan, kami pun sampai di kampung. Hanya ada Atuk( panggilan Umar kepada papaku). Rupanya nenek belum pulang didikan subuh. Nenek lama pulang karena ada acara di mesjid dalam rangka hari terakhir didikan subuh.

Umar jadi teringat MDAnya. Dia seharusnya juga didikan subuh, tapi hari Jumat sudah minta izin untuk tidak ikut karena harus pulang kampung. Sedang asyik cerita sama Atuk, nenek datang membawa sebungkus lontong. Umar bersalaman dengan nenek dan mengambil kantong yang ada di tangan nenek.

Nenek mengambil mangkok untukn wadah makan lontong. Umar dan nenek makan lontong bersama. Umar ngiler melihat ada mie dan bakwan yang menemani lontong di dalam mangkok. Senangnya melihat kebersamaan mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN