Mohon tunggu...
Vera
Vera Mohon Tunggu... Mahasiswa - ganbatte kudasai!

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Kegigihan Merintis dan Mempertahankan Usaha di Tengah Pandemi

30 Juni 2021   10:15 Diperbarui: 30 Juni 2021   10:27 240 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumen pribadi : haksama geprek

Pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari satu tahun di Indonesia. Pemerintah pun membuat kebijakan-kebijakan demi kebaikan para warga.

Dengan kebijakan-kebijakan tersebut, tak dipungkiri hal itu berimbas pada banyak sektor, terutama ekonomi.

Saat ini ekonomi kian terjepit, tak sedikit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengalami penurunan omzet yang signifikan. Hal itu disebabkan presentase jumlah pembeli yang menurun.

Dokumen pribadi : foto bersama pemilik haksama geprek
Dokumen pribadi : foto bersama pemilik haksama geprek
HG atau Haksama Geprek ialah usaha yang baru dirintis sejak bulan November 2020 kemarin oleh seorang wanita bernama Arum. Dalam wawancara dengan Arum, ternyata ada alasan tersendiri bagi dirinya untuk membuka usaha di tengah pandemi.

Pada mulanya Arum bekerja di sebuah lembaga keuangan, namun di masa pandemi seperti ini juga berefek pada pekerjaannya.

Hal itu memunculkan ide untuk mencari usaha sampingan dari pekerjaan utamanya. Menurutnya, ia juga harus membuat plan B untuk menambah penghasilan di saat pandemi yang tak menentu seperti ini.

Namun, mendirikan usaha yang bukan berada ditengah kota, ataupun di dekat kampus, serta tempat wisata atau tempat strategis lainnya menjadi tantangan tersendiri baginya.

Harus menjadi pembeda dari lainnya dan pintar mencari ide baru untuk menarik konsumen. Di daerah sana pun sudah banyak warung atau toko yang mengenyangkan perut seperti warung bakso, pecel lele, mie ayam dan kuliner lainnya. Maka dari itu ia berinovasi untuk membuat usaha yang berkaitan dengan perut namun berbeda dari yang lain.

 Ayam geprek menjadi sebuah pilihan, karena di daerah sana belum ada yang memiliki usaha yang semacam itu, menurutnya ide itu akan menjadi peluang baginya.

Arum memberi nama usahanya dengan nama Haksama Geprek. Pada awal mulanya, Haksama Geprek memiliki dua karyawan. Omzetnya pun terbilang lancar "Pada awal buka dulu, dalam satu hari bisa menghabiskan 9kg sampai 10kg ayam." tutur Arum.

Ia menjelaskan bahwa ia terbilang baru dalam menekuni usaha pada bidang kuliner seperti ini dan saat ini juga masih tahap belajar. Maka dari itu ia harus memahami lingkungan dan peluang di sekitarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan