Mohon tunggu...
Vattaya Z
Vattaya Z Mohon Tunggu...

Beralih dari akun https://www.kompasiana.com/vattayazahra5908.

Selanjutnya

Tutup

Media

Era Digital Lahirkan Jurnalisme Multimedia

14 Februari 2019   21:55 Diperbarui: 15 Februari 2019   08:31 0 0 0 Mohon Tunggu...
Era Digital Lahirkan Jurnalisme Multimedia
Visual Interaktif Kompas (VIK) salah satu media online di Indonesia yang menerapkan prinsip jurnalisme multimedia/kompas.com

Perubahan praktik jurnalisme yang menerapkan prinsip jurnalisme multimedia di era digital menghasilkan konten-konten yang disajikan melalui beragam medium, seperti audio, video dan animasi. Hal tersebut memungkinkan adanya timbal balik dari pengguna terhadap suatu konten.

Media online di Indonesia, diperkirakan mencapai angka 43 ribu menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Media online, menggeser posisi media cetak sebagai sumber informasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen pada tahun 2017, tingkat pembelian surat kabar menurun 8% dari 28% dari tahun 2013. Selain itu, perusahaan media cetak menurun menjadi 192 pada tahun 2017 dari 268 pada empat tahun sebelumnya. 

Apa itu Multimedia?

Jumlah media online yang fantastis tersebut, tidak serta merta menjadikan media tersebut media yang menerapkan prinsip jurnalisme multimedia. Portal berita online yang menyajikan berita berupa teks di laman website-nya, bukan berarti media online tersebut menganut prinsip jurnalisme multimedia.

Pada dasarnya, jurnalisme multimedia merupakan sajian berita melalui berbagai format, seperti teks, audio, foto, video dan animasi. Jurnalisme multimedia adalah realisasi dari prinsip interaktivitas dan hyper-tekstual. Dengan prinsip jurnalisme multimedia, khalayak memiliki peluang untuk memberikan timbal balik atau respons terhadap berita yang disajikan. 

Rappler.com, salah satu media online di Indonesia yang menerapkan prinsip jurnalisme multimedia
Rappler.com, salah satu media online di Indonesia yang menerapkan prinsip jurnalisme multimedia
Prinsip jurnalisme multimedia, menuntut para jurnalis untuk menjadi jurnalis yang "serba bisa". Perubahan praktik kerja jurnalis di era digital dapat disimak di tulisan berikut.

Praktik Jurnalisme Multimedia

Media online, yang menuntut kecepatan dalam mengunggah berita, terkadang luput dari proses verifikasi dan hanya mengandalkan satu narasumber di dalam pemberitaan sehingga berita yang disampaikan bersifat parsial, terdiri dari beberapa berita terkait topik yang sama. Tidak jarang pula berita-berita tersebut memiliki judul yang bersifat clickbait dan sensasional agar timbul rasa penasaran dari khalayak.

Jurnalisme multimedia, menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyusun berita dengan isi yang lebih jelas dan dalam, serta berpacu pada data dan audio-visual. Namun, tetap bersiat netral, akurat dan berorientasi pada masyarakat.

Salah satu media online yang menerapkan prinsip jurnalisme multimedia adalah Visual Interaktif Kompas (VIK). 

http://vik.kompas.com/
http://vik.kompas.com/
VIK memberi kesempatan kepada para pengguna untuk berinteraksi dengan konten-konten yang disajikan. Pengguna tidak sekadar menonton video, tetapi juga dapat berinteraksi dengan konten yang disajikan oleh VIK, misalnya konten yang berjudul "Peta Interaktif Pilkada 2018". Dalam konten tersebut, pengguna dapat memilih daerah yang ingin dilihat petanya. Pengguna akan disuguhkan dengan animasi dan visualisasi yang memanjakan mata.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x