Mohon tunggu...
Irfan Rakhman
Irfan Rakhman Mohon Tunggu...

Saya hanya seorang penulis dan pengamat amatir.Ketertarikan saya terhadap permasalahan sosial adalah alasan kenapa saya mulai menulis.Tulisan-tulisan saya yang lain dapat anda lihat di http://darkviceroy.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Ketika Judi Online Menjadi Sebuah Gaya Hidup

17 September 2016   16:08 Diperbarui: 17 September 2016   16:25 412 0 0 Mohon Tunggu...

Jujur ketika masih aktif di perkuliahan dulu saya adalah seorang yang sangat suka ke warnet.Tidak hanya untuk mencari bahan kajian,saya juga pergi kesana kadang untuk sekedar refreshing menonton video di Youtube,buka Sosmed atau sekedar download film atau lagu.Saya sendiri pergi ke banyak warnet di Jakarta.Meskipun demikian,selalu ada pemandangan yang sama yaitu pecandu game online dan Judi Online.

Kedua jenis makhluk ini nampaknya telah menjadi penunggu abadi warnet.Jika golongan yang pertama dihuni oleh para anak-anak tanggung maka golongan kedua berisi mereka yang sudah sedikit dewasa dan bahkan memiliki anak-anak.Pernah saya lihat salah satu dari mereka datang membawa anaknya yang baru berusia sekitar 4 tahun.Sungguh miris rasanya.

Oke,mari kita fokuskan ke masalah judi online sekarang.Para penjudi yang saya temui di warnet itu saya amati terdiri dari beragam profesi.Ada dari mereka yang bekerja sebagai tukang parkir,tukang ojek,preman pasar,montir bengkel hingga satpam gedung-gedung bertingkat di Jakarta.lucunya terkadang seorang polisi yang datang kesana.Ia sendiri terlihat sering main di warnet itu.Namun ia seolah tidak tahu dan mendiamkan kejadian itu.

Hal yang miris adalah fakta bahwa para penjudi ini berasal dari golongan ekonomi lemah.Mereka seolah mencari "Peruntungan" sesaat dengan berjudi.Hasil judinya sendiri tidak pernah mereka tabung.Kebanyakan habis untuk membeli miras atau main perempuan.Keluarga para penjudi ini nampaknya tahu mereka berjudi.Pernah suatu hari sekitar jam 3 pagi istri salah satu penjudi itu datang dan melabrak suaminya yang berjudi.Suasanapun berubah menjadi sebuah sitkom komedi.

Lucunya lagi,saya kenal salah seorang penjudi disana.Sebut saya namanya Ceking,sebelum berjudi dia adalah karyawan sebuah supermarket di Jakarta.Karena kebanyakan membolos untuk bermain judi online dia dikeluarkan.Lucunya,yang mengeluarkan dirinya adalah sang pacar.Suatu hari ia bermain petak umpet dengan sang pacar karena secara diam-diam si Ceking menggelapkan motor sang pacar untuk bermain Judi Online.

Selama saya mengamati para penjudi ini,saya tidak pernah melihat mereka mendapatkan hasil yang besar.Hanya sumpah serapah dan makian yang kerap keluar dari mulut mereka disertai dengan asap rokok yang mengepul tebal.Nampaknya sumpah serapah sudah menjadi musik pengiring mereka ketika bermain judi online dan rokok telah menjadi candu wajib sebelum bertempur.

Oowh sebentar,saya ingat ada salah satu dari mereka yang pernah menang banyak.Ia menggunakan uang hasil judinya untuk membeli motor dan pergi ke salah satu tempat prostitusi di daerah Bekasi (saya lupa namanya,yang jelas ia teriak-teriak mau kesana).Namun 3 hari kemudian ia gadaikan ke temannya karena kalah main.Tidak hanya motor terkadang,perputaran barang lain seperti Hp sering terjadi diantara para penjudi ini.

Entah apa yang menjadikan para penjudi itu bermain seperti orang kesetanan.Nampaknya iming-iming uang cepat sajalah yang ada di otak mereka.Mental penjudi ini nampaknya adalah mental Instan yang menginginkan segala sesuatunya dengan cepat termasuk uang.Jadi jika anda termasuk yang memiliki mental ini waspadalah.

Jujur,selama saya mengamati mereka saya merasa bahwa ada aktor intelektual di belakang para penjudi ini.Saya yakin mereka memiliki jaringan yang dibelakangnya ada seorang yang cukup cerdas dalam bidang IT.Hal ini terbukti ketika saya mencoba iseng masuk kedalam modem di salah satu warnet yang tidak terkunci (kebetulan yang punya orang tua).Saya coba kunci beberapa situs judi dan kata kunci terkait judi disana.

Kehebohan sempat terjadi di warnet itu karena para penjudi tidak bisa membuka situsnya.Namun itu tidak lama.Nampaknya ada seseorang dari mereka yang mengajari cara menggunakan Proxy dan membypass Router.Hal ini terbukti ketika saya melihat bahwa situs yang saya banned masih terisi di modem namun para penjudi ini bisa menggunakan VPN untuk membukanya.Tanpa adanya aktor intelektual dibelakangnya saya rasa sulit bagi mereka untuk melakukan hal ini.

Disebarluaskan dari http://darkviceroy.blogspot.co.id/2016/09/ketika-judi-online-menjadi-sebuah-gaya.html

VIDEO PILIHAN