Mohon tunggu...
Valentina tambun
Valentina tambun Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Universitas Mercu Buana

Nama Dosen: Apollo, Prof. Dr,M.Si.Ak Nama: Valentina Tambun Nim: 42321010001 Universitas Mercu Buana

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

K11: Penggunaan Model Panopticon Bentham untuk Pendisiplinan dan Hukuman

11 November 2022   01:54 Diperbarui: 11 November 2022   02:12 218
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nama Dosen: Apollo, Prof. Dr,M.Si.Ak
Nama: Valentina Tambun
Nim: 42321010001
Universitas Mercu Buana

Everyone is Watching Me. Metafora Penjara untuk Pendisiplinan Jeremy Bentham seperti pada desain banguan Penjara/Panopticon, bermakna atau mengadaikan Kejahatan bisa dikurangi melalui pengawasan dengan minimal tetapi efektivitas maksimal. Tiap orang merasa terawasi; seperti perana teknologi CCTV, atau kamera pengintai.

Panopticon adalah konsep disiplin yang diwujudkan dalam bentuk menara observasi pusat yang ditempatkan di dalam lingkaran sel penjara.

Diadvokasi oleh filsuf Inggris Jeremy Bentham. Itu adalah manifestasi dari keyakinannya bahwa kekuasaan harus terlihat, tidak dapat diverifikasi. Melalui pengawasan yang terlihat sangat konsisten ini, Bentham mempercayai bahwa semua kelompok didalam masyarakat dapat diubah. "Saya di sini". Contohnya reformasi moral, pemeliharaan atau penjagaan kesehatan dan revitalisasi industri, semuanya perlu dipantau.

Pikirkan terakhir kali kamu berada di tempat kerja dan atasan kamu masuk ke dalam ruangan. Apakah kamu akan siap menjalani dengan sesuai dan bekerja lebih keras di hadapan mereka? Sekarang bayangkan mereka selalu berada di dalam ruangan. Mereka tidak akan mengawasi kamu sepanjang waktu, tetapi kamu akan tahu bahwa mereka ada di sana. Ini adalah sesuatu yang memiliki  kekuatan pengawasan yang konsisten dan kekuatan panopticon.

Foucault pada panopticon

Filsuf Prancis Michel Foucault adalah seorang kritikus vokal Panopticon. Dia berpendapat bahwa tujuan akhir panopticon adalah untuk menempatkan penghuninya dalam keadaan visibilitas yang sadar. Memastikan fungsi catu daya otomatis. Baginya, penahanan ini adalah "kandang yang kejam dan licik".  

Foucault juga membandingkan pengamatan daerah ini dengan desa-desa abad pertengahan yang terisolasi. Untuk memberantas wabah, para pejabat harus mengkarantina semua orang secara ketat dan berpatroli di jalan-jalan untuk mencegah penduduk desa meninggalkan rumah mereka dan jatuh sakit. Jika seseorang penduduk desa ada yang tertangkap di luar, hukumannya adalah kematian.

Di desa Foucault, pengawasan terus-menerus atau ide pengawasan terus-menerus. Yang menciptakan regulasi bahkan juga didalam detail terkecil dari liku kehidupan sehari-hari.

Foucault menyebutnya sebagai "blokade disiplin". Hampir sama dengan penjara bawah tanah dimana setiap narapidana diasingkan, lalu mendapat pendidikan moral kedisiplinan yang diberikan bisa mutlak atau tetap dalam keputusan masalah hidup atau mati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun