Edukasi Pilihan

Mengenal Biota Laut: Bakteri Alcanivorax sp, Si Kecil Tak Kasat Mata yang Memiliki Manfaat Luar Biasa bagi Laut

1 Desember 2018   14:45 Diperbarui: 1 Desember 2018   17:17 217 0 0
Mengenal Biota Laut: Bakteri Alcanivorax sp, Si Kecil Tak Kasat Mata yang Memiliki Manfaat Luar Biasa bagi Laut
Gambar 1. Laut tanpa sampah [Sumber: Dokumentasi Pribadi] 

Laut merupakan sekumpulan air yang sangat luas di atas permukaan bumi dengan kadar salinitas yang tinggi. Tuhan menciptakan laut dengan sejuta keindahan serta kekayaan yang terkandung di dalamnya. Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman hayati begitu pula dengan keanekaragaman perairannya berupa laut yang sangat luas dan indah. 

Sebab itulah Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena sebagian besar wilayahnya memang merupakan laut. Sejatinya laut merupakan habitat bagi berbagai macam organisme seperti ikan, tumbuhan, terumbu karang, penyu, mamalia, hingga mikroorganisme.

Laut memiliki berbagai macam nilai dan manfaat jika dilihat dari berbagai sudut pandang aspek kehidupan, seperti nilai keindahan, ekonomi, serta kelimpahan biodiversitas. 

Sayangnya nilai-nilai tersebut semakin berkurang seiring dengan berjalannya waktu, hal ini disebabkan perairan laut kini didominasi oleh sampah yang sangat banyak baik itu berupa sampah organik maupun anorganik. Sampah ini tentunya sangat berbahaya dan merugikan terutama bagi kelangsungan hidup biota didalamnya.

Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah maupun masyarakat dalam menanggulangi sampah khususnya sampah di laut, namun cara-cara yang telah dilakukan masih belum menyelesaikan persoalan yang ada.

Sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi, biasanya sampah ini akan terurai secara alami contohnya tumpahan minyak. Apabaila sampah organik di laut berada dalam kadar yang cukup tinggi maka dapat mengancam keseimbangan ekosistem yang ada, karena materi organik tersebut akan dimanfaatkan oleh mikroorganisme perairan seperti alga sebagai sumber karbon dan energi. 

Akibatnya terjadilah blooming algae, yaitu kondisi dimana permukaan perairan laut tertutup oleh alga sehingga organisme lain di bawah permukaan tidak mendapat cukup oksigen sehingga banyak biota laut yang mati. Hal ini dapat menurunkan tingkat keanekaragaman yang ada. Bioremediasi merupakan salah satu teknik pengurangan polutan pada lingkungan untuk menguraikan materi organik seperti minyak dengan bantuan mikroorganisme yaitu bakteri Alcanivorax borkumensis.

Minyak merupakan sumber hidrokarbon yang baik bagi bakteri Alcanivorax sp. dapat mendegradasi hidrokarbon sehingga minyak akan hilang dari permukaan perairan. Penguraian polutan minyak di permukaan laut dengan bantuan bakteri pendegradasi hidrokarbon merupakan cara yang cukup aman dan efektif untuk menguraikan materi organik pada perairan laut tanpa mengganggu ataupun merusak keseimbangan ekosistem yang ada karena sejatinya bakteri tersebut terdapat di alam salah satunya di laut.    

  

Gambar 2. Kemampuan bakteri Alcanivorax sp. dalam mendegradasi hidrokarbon [Sumber: https://www.sciencedirect.com]
Gambar 2. Kemampuan bakteri Alcanivorax sp. dalam mendegradasi hidrokarbon [Sumber: https://www.sciencedirect.com]
 

Alcanivorax sp. merupakan bakteri pendegradasi hidrokarbon termasuk ke dalam bakteri gram negatif yang berbentuk batang. Bakteri ini dapat kita jumpai pada lapisan permukaan air laut. Alcanivorax sp. tumbuh subur pada lingkungan yang sangat asin (halofilik), namun dapat juga hidup pada air tawar. Alcanivorax sp. memanfaatkan hidrokarbon sebagai sumber karbon dan energi untuk menunjang pertumbuhan mereka seperti n-alkana, hidrokarbon alifatik, dan asam lemak. 

Pemanfaatan minyak sebagai sumber karbon tersebut kemudian akan dihasilkan oleh Alcanivorax sp. berupa ikatan ekstraseluler membran antar lipid yang biasa disebut dengan Biosurfaktan. Biosurfaktan ini adalah senyawa yang sangat penting yang dihasilkan oleh bakteri pendegradasi hidrokarbon untuk dapat menguraikan minyak.

Penurunan konsentrasi minyak karena adanya bakteri Alcanivorax  sp. menandakan bahwa bakteri Alcanivorax  sp. dapat hidup dalam minyak. Meskipun ukurannya sangat kecil serta tak kasat mata namun bakteri ini memiliki kemampuan untuk mensintesis enzim oksigenase sehingga dapat mendegradasi minyak di laut. 

Enzim oksigenase memiliki fungsi, yaitu mengoptimalkan kontak minyak dengan bakteri sehingga memungkinkan penguraian senyawa aromatik dan alkana lebih cepat sehingga proses biodegradasi minyak dapat terjadi.  

Proses biodegradasi ini terjadi ketika mikroorganisme menempel pada permukaan minyak. Pada saat menempel itulah bakteri Alcanivorax sp. mengeluarkan enzim oksidase sehingga rantai karbon yang terikat pada membran sel dapat dipecah dan minyak akan terurai.                                    

DAFTAR ACUAN  

Hamdiyah, S. 2000. Isolasi dan Identifikasi Morfologi Bakteri Pendegradasi Minyak Bumi serta Efektifitasnya dalam Proses Bioremediasi. [Skripsi]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.  

KBBI, 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Available at: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/laut, [Diakses pada 1 Desember 2018, pukul 13.18 WIB].

Thontowi, A. 2008. Potensi Bakteri Pendegradasi  Hidrokarbon Alkana Sebagai Agen Bioremediasi Pencemeran Minyak Di Laut Indonesia. [Tesis]. Bogor: Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Umroh. 2011. Bioremediasi Pencemaran Minyak di Sedimen Pantai Balongan, Indramayu dengan Menggunakan Bakteri Alcanivorax sp. TE-9 Skala Laboratorium. Akuatik. Vol. 5. No. 2 

Wahyu, R. 2017.  Alcanivorax borkumensis. https://www.scribd.com/document/346187880/Alcanivorax-borkumensis,  [Diakses pada 1 Desember 2018, pukul 13.21 WIB].