Mohon tunggu...
Vita Astuti
Vita Astuti Mohon Tunggu... Sharing and Caring | IG @v4vita | @ravita.nat | www.v4vita.com

Sharing stories from everywhere: Jogja. Jakarta. Bandung. Cilacap. Denpasar. Ciater. Malang. Surabaya. Semarang. Salatiga. Melbourne. Adelaide. Sydney. Canberra. Gold Coast. Kuala Lumpur. Auckland. Wellington. Dubai. Moscow. So chi. Boston. Doha. Amman. Jerusalem. Bethlehem. Nazareth.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Banyak Cara untuk Menulis

2 Januari 2020   15:54 Diperbarui: 2 Januari 2020   16:08 99 3 1 Mohon Tunggu...
Banyak Cara untuk Menulis
ilustrasi: pixabay.com

Saya coba mengingat-ingat, mulai serius menulis itu ketika tahun 2008. Hobi saya yang pertama berkhayal, lalu khayalan itu selalu berganti dan lama-lama merasa sayang kalau hilang begitu saja. Mulailah saya menulis khayalan saya berupa sebuah cerita yang bersambung. Kelahiran Cancer memang katanya suka berkhayal, mungkin itu juga alasannya, selain saya dulu sulit tidur, maka oleh orang tua tetap disuruh berbaring jadinya pikiran muter-muter tidak tentu arah, akhirnya hinggap ke membuat sebuah cerita.

Tahun 2008 cukup penting karena khayalan saya mulai saya tulis di komputer. Ceritanya selalu bersambung, tidak pernah berhenti. 

Ketika tahun 2014, kampus menawarkan pembuatan buku dalam program 'Ayo Menulis Buku' maka saya kirim naskah saya ke penerbit. Eh, diloloskan oleh editor, bahkan di urutan pertama sebagai tulisan favorit editor. Satu pesannya, dibuat 100 halaman saja, ternyata tulisan saya ada 300 halaman. 

Setelah berusaha edit sana-sini, editor pun menyerah. Tetap kirim utuh 300 halaman. Jadilah novel pertama saya berjudul HER Story, Not HIStory, menjadi 512 halaman ukuran novel reguler.

Sekarang saya belum membuat novel lagi. Tak ingin itu satu-satunya novel tapi tidak bisa juga menulis dengan tertib. Saya tahu, kesulitannya adalah menulis panjang. Saya tidak ada waktu dan ide. Saya lagi suka menonton drakor, buat penelitian juga. Maka perlu saya cari cara supaya saya tetap produktif menulis.

1. Menulis di Surat Kabar Cetak

Saya punya banyak opini, saya bikin tulisan sesuai yang sedang fenomenal pada waktunya, panjang kira-kira 900 kata. Saya kirim ke sebuah koran lokal di Jogja. Minimal dua bulan sekali saya menulis. Cukup rajin walau perlu mikir karena membawa nama kampus. Setelah koran tersebut tidak terbit cetak, maka tulisan terakhir saya terbit tahun 2017. Sudah banyak tawaran tulisan opini di koran lain, belum terwujud juga sejak awal 2018.

2. Menulis di Blog

Oh iya, ketika tahun 2008 itu saya menulis cerita-cerita khayalan saya di blog. Dulu diawali dengan blogspot, kemudian kampus membuat blog, lalus aya pindah ke blog kampus. Kemudian ada trend memakai wordpress. Ngikut deh saya ke situ. Jadi semua platform blog di mana-mana saya coba, minimal saya punya 3 akun itu. 

Lalu Adik saya menceritakan tentang website pribadi yang berbayar. Bisa ditebak, saya ikutan juga. Dia bikinkan saya satu website tapi entah kenapa, sepertinya telat bayar jadinya website tersebut hilang. Untunglah saya bisa dibikinkan lagi dengan nama akun konsisten dengan akun media sosial saya: www.v4vita.com. Beberapa waktu lalu website ini sempat down, tapi sekarang sudah pulih, tertantang lagi untuk menulis.

3. Menulis di Twitter

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x