Mohon tunggu...
Vita Astuti
Vita Astuti Mohon Tunggu... Sharing and Caring | IG @v4vita | @ravita.nat

Sharing stories from everywhere: Jogja. Jakarta. Bandung. Cilacap. Denpasar. Ciater. Malang. Surabaya. Semarang. Salatiga. Melbourne. Adelaide. Sydney. Canberra. Gold Coast. Kuala Lumpur. Auckland. Wellington. Dubai. Moskow. Sochi. Boston.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Menunggu Jawaban

9 November 2019   11:10 Diperbarui: 9 November 2019   11:09 0 0 0 Mohon Tunggu...
Menunggu Jawaban
Dok. Pribadi

[Bagian Ketiga dari calon novel saya REUNI]

Pertemuan semalam berakhir dengan Ayung tiba-tiba ingin pulang karena merasa pusing. Walaupun dia belum menjawab apakah masih sayang aku, aku lega karena sudah menanyakannya. Bukannya aku tak peduli dia menjawab apa, tapi paling penting aku sudah bilang, tinggal menunggu jawaban Ayung. Jawaban yang akan mengubah hidupku atau hidup kami.

Pagi ini aku sekeluarga, dengan orang tuaku dan saudara-saudaraku, pergi ke makam Eyang. Acara rutin setiap perayaan Natal. Hanya saja jadwalnya agak mundur dari biasanya karena saudaraku ada yang baru datang. Kami satu mobil berenam.

"Mas, kamu nanti yang bersihin semua makam, ya?" adikku, Kirgi, langsung mengatur, pasti gara-gara aku hanya setahun sekali mengunjungi makam ini. "November bulan arwah kemarin sudah aku, loh."

"Lah, November kan belum ada sebulan. Pasti masih bersih ..." godaku sambil lari menjauh. Kirgi sukanya mempraktekkan jurus-jurus karatenya kalau lagi kesal sama aku. Bahaya, dia sudah sabuk cokelat, hampir sabuk hitam. 

Kami berlarian sampai di makam Eyang.

"Kalian ini masih kayak anak kecil," ibuku berteriak gemas. "Ini makam loh, malah main-main."

"Eyang pasti senang mendengar cucu-cucunya ramai di sini, Bu," terdengar ayahku menyahut.

"Nanti kalau Eyang bangun bagaimana ..." sayup kakak perempuanku, Karin, pura-pura panik.

"Pasti kamu yang dimarahi lah," kakakku satunya, Kaden, ngakak.

Seperti biasanya kami merapikan makam dulu, menabur bunga lalu berdoa. Kami bergiliran memimpin doa. Saat ini Kaden yang bertugas, dan dia selalu lama kalau berdoa. Mataku tak tahan berkeliling melihat pemakaman yang indah namun sepi itu ... eits, ada yang beda. Ada seseorang di samping atas kami. Entah kenapa, aku tidak bisa melepaskan mataku dari orang itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
9 November 2019