Mohon tunggu...
Amalia
Amalia Mohon Tunggu... Lainnya - Debutan

Have a nice day!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Merdeka dari Pinjol Ilegal

1 November 2021   12:55 Diperbarui: 1 November 2021   13:30 90 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Wanita sedang mengelola keuangan (Sumber: pexels.com/Mikhail Nilov)

Pinjam dan meminjamkan uang sudah tidak asing lagi ditemui dalam perjalanan kehidupan. Entah itu antar keluarga, teman, maupun pihak ketiga. 

Nahasnya, pinjaman online (pinjol) yang notabene untuk memudahkan masyarakat menerima pendanaan, saat ini malah semakin populer karena maraknya pinjol ilegal, dimana sistem penagihannya terkenal begitu sadis. 

Hal ini dikarenakan pengambilan keuntungan dari bunga yang tidak masuk akal dan adanya penipuan tagihan pinjaman dengan target acak, yaitu penagihan pada seseorang yang bahkan sebenarnya orang tersebut tidak pernah meminjam.

 Belum lagi, adanya penemuan SMS berseliweran yang menawarkan jasa pinjaman. Untungnya, pemerintah segera bertindak dan saat ini sedang mengusut dan sudah melakukan beberapa penggerebekan terhadap kantor pinjol ilegal.


Sepintas mungkin dari kita akan tenang karena pemerintah sudah siap siaga untuk menangani pinjol ilegal ini. Namun, siapa yang tahu suatu saat kita bisa saja berurusan dengan hal itu. Maka, pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari pinjol ilegal adalah dengan mengelola keuangan dengan baik. Empat cara berikut ini bisa diterapkan dalam mengatur uang agar tidak mengalami kesulitan keuangan.

1. Membuat Anggaran

Memiliki bayangan tentang untuk apa uang yang telah diperoleh tersebut digunakan nantinya. Ini penting dalam pembuatan daftar pengeluaran. Dengan begitu akan memudahkan untuk pengelompokan setiap kategorinya. Di sisi lain, bisa juga dimulai dari mengelompokan kategori pengeluaran dan kemudian merincinya dalam bentuk daftar.

Perlu digarisbawahi dari pembuatan anggaran adalah skala prioritas. Akan tetapi, penerapannya bisa berbeda bagi setiap orang disesuaikan dengan prefensinya masing-masing. Umumnya, mengutamakan kebutuhan dasar terlebih dahulu seperti sandang, pangan, dan papan. Setelah itu, disusul kewajiban/ hutang apabila memang ada, simpanan dana darurat, dan berikutnya diikuti kebutuhan lainnya.

Selanjutnya, mengalokasikan uang yang diperoleh ke setiap kategori. Agar lebih mudah, penetapan biayanya bisa berdasarkan pengeluaran sebelumnya. 

Namun, bisa juga berdasarkan hasil persentase dari penghasilan yang diterima dan lagi-lagi bisa berbeda bagi setiap orang. Umumnya, penetapan persentase yang populer adalah 50-30-20 dari penghasilan yang diterima. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan