Mohon tunggu...
usman santosa
usman santosa Mohon Tunggu... Dokter - ...

Pencinta Kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pendukung Prabowo Subianto "Beralih"

23 September 2022   06:51 Diperbarui: 23 September 2022   06:59 119 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Dalam PILPRES 2019 yang lalu terjadi polarisasi antara pendukung Prabowo Subianto yang disebut " kampret " dengan pendukung Jokowi yang disebut " cebong "..

Ada upaya untuk menghilangkan polarisasi tersebut, dimana " kampret " sebagai pendukung Prabowo Subianto mulai hilang dan berganti nama menjadi " kadrun" sedang pendukung Jokowi tetap disebut sebagai " cebong/ cebongers"..

Dalam menghadapi PILPRES periode mendatang ( 2024-2029) ternyata dijumpai fenomena " aneh " dimana para " cebongers " tersebut mayoritas mendukung Ganjar Pranowo sedangkan kampret dan kadrun justru mengalihkan dukungannya kepada Anies Baswedan.

Bisa dikatakan Prabowo Subianto untuk saat ini ditinggalkan oleh para pendukung militannya, yang pada pilpres periode 2019-2024 secara habis habisan memberikan dukungan.

Kampret/ kadrun relatif gunakan pola lama yaitu secara agresif masuk ke masjid, komunitas muslim, komunitas pengajian dalam mengkampanyekan dukungan nya kepada Anies Baswedan..

Tentunya fenomena berpindahnya para pendukung Prabowo Subianto Perlu menjadi perhatian serius Tim sukses Prabowo Subianto untuk secara dini diantisipasi dengan lebih baik.

Upaya Prabowo Subianto untuk bersilaturahmi menemui kubu Habib Rizieq Shihab baru berhasil sebatas tidak "menyerang" Prabowo Subianto.

Yang terjadi saat ini dimedia sosial justru " perang medsos " antara kubu pendukung Anies Baswedan yang dinarasikan sebagai " kadrun " melawan kubu pendukung Ganjar Pranowo yang dinarasikan sebagai " cebongers"..

Sementara untuk para pendukung Prabowo Subianto itu sendiri belum ada " gerakan" sama sekali,sepi pemberitaan seolah olah diabaikan begitu saja oleh dua kubu yang sedang bertikai..

Bisa dikatakan Prabowo Subianto berhasil dalam meredam kebencian lawan politik terdahulu TAPI gagal dalam menjaga soliditas para pendukungnya sendiri dan gagal pula meraih dukungan dari lawan politiknya terdahulu..

Artinya diatas kertas Prabowo Subianto mengalami kerugian dua kali, yaitu kehilangan para pendukung militannya terdahulu dan disaat yang bersamaan gagal meraih pendukung baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan