Mohon tunggu...
Kandidat

Prabowo Subianto Presiden Pilihan Rakyat

10 Mei 2019   13:44 Diperbarui: 10 Mei 2019   13:48 0 0 1 Mohon Tunggu...

Narasi yang dibangun kubu Prabowo Subianto adalah bahwa Prabowo Subianto berdasarkan sumber internalnya ditambah sumber independent yang layak dipercaya terbukti berhasil memenangkan Pilpres 17-4-2019.

Masalahnya adalah berdasarkan data SITUNG KPU ditambah hasil Quick Count(QC) kecenderungannya justru sebaliknya,artinya Prabowo Subianto kalah.

Jelas secara legal formal kubu Prabowo Subianto kalah,walaupun lewat gugatan di MK juga bakalan kalah.

Olehnya itu akan muncul DUA pemenang Pilpres 2019,yaitu versi KPU VS versi kubu Prabowo Subianto.

Secara legal formal jelas kubu Prabowo Subianto kalah karena pihak yang punya legitimasi menentukan siapa pemenang Pilpres 2019 adalah KPU.

Olehnya itu sejak awal kubu Prabowo Subianto tidak akan membawa ke sidang MK bila pihaknya dikalahkan KPU,kenapa???percuma saja cuma membuang waktu,tenaga dan biaya tapi hasilnya bisa ditebak.

Pada titik inilah muncul wacana "People Power" baik yang dilakukan di Jakarta maupun di Daerah seluruh Indonesia.

Wacana tersebut saat ini menyebar viral di medsos,sejauh mana wacana tersebut mendapatkan dukungan masyarakat memang belum bisa diperkirakan,yang jelas dari sisi medsos mendapatkan response positif.

Bila saat ini di medsos saling bersaut sautan mengompori gerakan "People Power",salah satunya gunakan referensi peristiwa jatuhnya Presiden Philipina (Marcos) sekitar tahun 1987 oleh sebab PEMILU curang.

Maka hal tersebut tidak lepas dari "pemanasan"sekaligus "test of the water" lewat beragam aksi Demo kecil kecilan.sejauh mana kekuatan. "People Power" bisa digalang.

Intinya adalah gerakan People Power diprediksi akan muncul,apakah gerakan tersebut mampu merubah pemenang Pilpres 2019 versi KPU ya masih tergantung banyak variable,terutama sikap TNI itu sendiri,sebab untuk ASN arahnya bisa ditebak yaitu condong ke kubu Prabowo Subianto.