Kandidat

Prabowo Subianto Tidak Menerima Pemilu Curang

7 Mei 2019   20:50 Diperbarui: 7 Mei 2019   20:56 87 2 2

Kalau dalam Pilpres 2014 Prabowo Subianto masih bisa menerima kekalahan walaupun "dicurangi".

Tapi untuk Pilpres 17-4-2019 dimana kecurangan begitu terstruktur,sistemik dan massive dan brutal,Prabowo Subianto memilih bersikap tidak bisa menerima kecurangan tersebut.

Walaupun Prabowo Subianto bukan tipikal sosok yang suka kekerasan dan lebih memilih bersikap damai dan memaafkan....TAPI soal Pilpres 2019 bukan soal damai dan memaafkan.

Tapi soal "kejahatan Demokrasi" yang secara sadar atau tidak sadar begitu VULGAR dipertontonkan,sehingga menimbulkan kengerian luar biasa terkhusus dikalangan pemilih pemula.

Sikap Prabowo Subianto yang tidak bisa menerima kecurangan yang terstruktur,sistemik dan massive dan brutal tersebut patut dihargai semua pihak,terkhusus dari kalangan pendukung Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto bukan tipe orang yang "Gila jabatan",baginya jabatan Presiden RI adalah jalan pengabdian untuk Indonesia yang lebih baik.

Bila toh pada akhirnya tidak bisa mendapatkan jabatan tersebut bagi Prabowo Subianto "ora patheken"...

Intinya adalah sikap Prabowo Subianto tersebut selain menunjukkan keberpihakan beliau kepada nilai nilai luhur bangsa Indonesia sekaligus tidak bisa membiarkan kejahatan Demokrasi kian merajalela di Indonesia.

Sikap Prabowo Subianto juga mampu menghibur jiwa yang "tersakiti" dikalangan pendukung Prabowo Subianto akibat kecurangan yang terstruktur,sistemik dan massive dan brutal tersebut.

Selamat buat Prabowo Subianto untuk segala pengorbananya untuk Indonesia yang lebih baik.

Nama Prabowo Subianto akan tercatat dalam sejarah sebagai sosok yang tidak bisa membiarkan kejahatan Demokrasi kian merajalela di Indonesia.