Keamanan

Kelompok Radikal adalah Kelompok yang Berkebutuhan "Khusus"

17 Mei 2018   03:09 Diperbarui: 17 Mei 2018   03:46 407 0 0

Bagi kaum intoleran,radikal,sumbu pendek,pentol korek,bumi datar,ekstrimis yang mempunyai kecenderungan hidup secara eksklusif,hanya tafsir agama dari kelompoknyalah yang dianggap benar berikut implementasinya.

Diluar kelompoknya salah,dianggap sebagai "kafir" dan wajib diperangi bila menghalang halangi implementasi dari kepercayaan dan keyakinannya.

Dalam setiap kampanyenya disatu sisi menganggap hanya kelompoknya yang benar dan kelompok lain salah,juga menanamkan paham kebencian kepada kelompok lain.

Logika,akal sehat kurang dipakai,yang ada adalah ketaatan "mutlak"kepada pimpinannya "kami mendengar dan kami mematuhinya".

Kelompok ini memang pantas untuk dikasihani,masalahnya mereka tidak mau dikasihani,yang mereka tuntut adalah mereka diberi ruang untuk bisa menjalankan agama dan keyakinannya menurut tafsiran mereka.

Bisa dikatakan mereka ini termasuk kelompok masyarakat berkebutuhan khusus secara "sosial",apapun alasannya mereka adalah warga negara indonesia yang perlu diperlakukan dengan penuh "empati",perlu pendekatan cinta kasih,penuh kesabaran,jalur kekerasan sebaiknya dihindari.

Dalam konteks inilah NEGARA perlu hadir menyediakan ruang bagi mereka untuk bisa mengekspresikan dan mengamalkan kepercayaan dan keyakinannya.

Harapannya jelas kebebasan  Yang mereka dapatkan tersebut dalam jangka panjang mampu menyadarkan kepada kelompok tersebut untuk bisa menerima perbedaan,bisa berhubungan baik dengan bukan kelompoknya.

Sudah saatnya NEGARA meninggalkan cara cara kekerasan terhadap warganya yang dinilai "nakal",anggap saja mereka itu perlu perlakuan "khusus"agar bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.