Mohon tunggu...
Usama AlFaraby
Usama AlFaraby Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang

Bismillah..

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Meresahkan! Klitih Jadi Budaya Remaja, Apa Solusinya?

22 Januari 2022   00:40 Diperbarui: 22 Januari 2022   00:49 531 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Klitih. Sumber: gettyimages.com

Dahulu klitih merupakan suatu kegiatan bersantai ria di waktu senja sampai malam hari baik itu seorang diri atau berkelompok untuk sekedar berjalan-jalan atau mencari sesuatu seperti kuliner. Biasanya tempat yang di singgahinya adalah angkringan atau warung–warung kecil di pinggiran jalan, sembari nongkrong ngobrol–ngobrol untuk saling bertukar pikiran satu sama lain.

Kini klitih berubah drastis secara makna maupun kegiatan. Masyarakat sangat resah dengan aksi kriminal klitih, khususnya di daerah Yogyakarta. Di media social, klitih topik yang tak pernah surut. Klitih sendiri adalah perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja untuk melukai seseorang. Pelaku biasanya beraksi pada malam hari dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam.

Berdasarkan data dari Polda DIY, disebutkan bahwa pelaku klitih mayoritas adalah seorang pelajar yang bersekolah formal, sedangkan korbannya acak. Yang jelas aksi klitih ini merupakan suatu tindakan kejahatan remaja yang menggangu keamanan, kenyamanan, dan bahkan nyawa masyarakat.

Baru – baru ini terdapat kasus klitih di underpass Kentungan Sleman Yogyakarta. Melansir dari beritaHits.id, terjadi kasus klitih pada Selasa (28/12/2021), yang menyebabkan seorang perempuan mengalami luka sayatan dibagian lengannya. Hal tersebut dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTD).

Bermula ketika korban melewati lokasi pada waktu maghrib, tiba-tiba dipepet oleh 2 motor yang memberikan kekerasan fisik kepada krban. Korban baru menyadari luka yang dialami setelah beberapa saat telibat kontak dengan pelaku. Hingga artikel ini dibuat, belum diketahui motif dan pelaku klitih tersebut.

Aksi klitih tersebut dapat di kategorikan sebagai tindak pidana pengeroyokan dan penganiyaan. Pelaku klitih dapat di jerat dengan Pasal 351 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP). Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Dan di sisi lain apabila pelaku klitih masih tergolong anak, maka proses peradilan merujuk pada Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

Faktanya perilaku klitih masih marak terjadi di masyarakat, walaupun sudah banyak pelaku yang di adili secara hukum. Hal ini membuktikan bahwasanya praktik hukum belum dapat  mengurangi atau tidak menimbulkan efek jera kepada pelaku klitih. Lantas bagaimana solusi mengatasi hal tersebut?

Ada beberapa faktor yang dapat meminimalisir kegiatan klitih, yaitu dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada remaja yang berpotensi menjadi pelaku klitih melalui lingkungan keluarga, lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat. Berikut penjelasannya:

  • Lingkungan Keluarga

Keluarga adalah faktor utama dalam pembinaan karakter anak dalam mengatasi klitih. Jikalau orangtua sudah mengajarkan norma serta nilai agama yang baik maka kemungkinan besar anak tidak akan mudah melakukan hal hal yang merugikan atau bahkan menyakiti orang lain. Selain itu orangtua perlu tau pergaulan dan kegiatan yang dilakukan anaknya, ini semua supaya terhindar dari perilaku yang negatif. Maka dari itu perhatian orang tua terhadap anak sangat lah penting bagi masa depan anak.

  • Lingkungan Sekolah

Lembaga pendidikan juga tidak kalah pentingnya dalam pembinaan karakter anak dalam mengatasi klitih. Peran guru adalah sama dengan peran orang tua di rumah. Selain itu ekstra kulikuler di sekolah juga sangat bermanfaat bagi para anak / siswa, hal ini Karena dapat mengisi waktu kosong dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat serta bisa meningkatkan skill mereka.

  • Lingkungan Masyarakat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan