Mohon tunggu...
urwah alwutsqo
urwah alwutsqo Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

mahasiswa baruu

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Bagaimana agar Anak Tertarik Belajar?

3 Oktober 2022   22:04 Diperbarui: 3 Oktober 2022   22:15 60 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Seperti yang telah kita ketahui sebagian anak memiliki kemampuan atau bahkan kemauan belajar yang berbeda beda, dan tidak dapat di pungkiri hasil belajar dari setiap anak akan berbeda juga tentunya, semua itu tergantung bagaimana kebiasaan belajar itu di bangun. 

Dituliskan doleh Titin Nurhidayati dalam papers nya yang berjudul classical conditioning dalam pendidikan bahwa dalam penelitian nya Pavlov melakukan penelitian pada seekor anjing untuk mengetahui rangsangan apa saja yang menarik bagi anjing tersebut. 

Penelitian ini di awali dengan percobaan pertama hewan di beri makanan yang berakibat air liur dari hewan tersebut keluar, maka makanan tersebut di sebut sebagai stimulus yang tidak dikondisikan (US). Pavlov tidak perlu mengondisikan air liur hewan tersebut ketika melihat makanan, dan air liur terhadap makanan disebut reflek yang tidak dikondisikan (UR). 

Selanjutnya dalam percobaan kedua Pavlov hanya memberi bunyi lonceng pada hewan yang mengakibatkan hewan tersebut tidak menegluarkan air liur, maka lonceng ini disebut stimulus yang dikondisikan (CS), dikarenakan Pavlov harus mengondisikan air liur hewan untuk keluar, dan air liur hewan tersebut di sebut reflek yang dikondisikan (CR). 

Selanjutnya percobaan ketiga, hewan diberi makanan dan juga loceng, dan yang terjadi adalah air liur hewan tersebut keluar lebih banyak dari percobaan pertama. 

Dan percobaan yang terakhir hewan tersebut hanya di beri lonceng setelah sebelum nya diberi makanan dan lonceng, dan yang terjadi adalah hewan tersebut mengeluarkan air liur tapi tidak sebanyak sebelum nya. Dari percobaan Pavlov ini bertujuan mengetahui kemampuan binatang dalam membedakan bermacam-macam perangsang agar menolong kemajuan studi ilmiah tentang belajar.

Dari satu eksperimen Pavlov diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa gerakan gerakan refleks itu dapat dipelajari serta dapat berubah karena mendapat latihan. Hal ini dapat di aplikasikan dalam proses belajar mengajar formal maupun nonformal. 

Sebagai contoh pembiasaan terhadap murid dapat dilakukan oleh guru agar peserta didik dapat berubah menjadi pribadi yang menguntungkan baik bagi diri nya sendiri maupun untuk sekitarnya. 

Guru juga dapat melakukan pujian kepada siswa yang berhasil mengerjakan soal atau pada pelajaran yang kurang disukai, maka setelah mendapat pujian siswa menjadi senang dan hal ini dapat dilakukan secara berulang ulang dan dalam waktu yang lumayan lama dan pada kesempatan berikutnya siswa memiliki kemauan untuk mendapat pujian setelah mengerjakan soal, dan pada akhirnya jika tidak mendapat pujian siswa akan tetap senang setelah berhasil mengerjakan soal pada pelajaran yang pada awalnya tidak disukai.

Konsep ini juga dapat di aplikasikan untuk mengubah sifat atau perilaku anak menjadi sifat atau perilaku yang baik. Maka seperti pengaplikasian diatas, dilakukan pembiasaan dengan pujian atau dengan stimulus yang lain, seperti senyuman atau pemberian hadiah jika siswa dapat mencapai tujuan yang baik dan tentunya menguntungkan. 

Pada intinya yang terpenting dalam belajar menurut teori conditioning ialah adanya latihan-latihan yang terus menerus. Yang diutamakan dalam teori ini ialah belajar yang terjadi secara otomatis. Segala tingkah laku manusia tidak lain adalah hasil daripada latihan-latihan atau kebiasaan kebiasaan mereaksi terhadap syarat-syarat tertentu yang dialaminya

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan